Jombang (beritajatim.com) – Dengan penuh perhatian, Bupati Jombang, Mundjidah Wahab, memegang palu kayu dan meletakkan sehelai daun hijau pada selembar kain putih. Dia dengan hati-hati memukul daun yang menempel pada kain tersebut menggunakan palu tersebut. Berulang-ulang.
Proses ini dilakukan dengan tekun, dan hasilnya adalah motif dan warna daun yang tercetak di atas kain, membentuk pola artistik. “Apakah ini sudah benar?” tanya Bupati Jombang kepada sepasang suami istri yang berada di sisinya.
“Hasilnya sudah bagus, Bu. Tapi belum sempurna. Pemukulan tadi belum merata, sehingga daun belum menempel dengan baik pada kain,” ujar Pramudito (61), yang diamini oleh istrinya, Bekti Supriati (63).
BACA JUGA:
FMMJ Gelar Festival OMS Kabupaten Jombang 2023
Bupati pun tersenyum. Lalu meninggalkan lapak batik ecoprint milik pasutri Pramudito-Bekti Supriati yang berada di area Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Kabupaten Jombang. Lapak itu merupakan salah satu peserta festival Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang digelar Forum Masyarakat Madani Jombang (FMMJ), Sabtu (5/8/2023).
Bupati Mundjidah hadir untuk membuka acara. Selain batik ecoprint milik warga Pandanwangi Kecamatan Diwek, ada 15 lapak UMKM lainnya yang mengikuti acara tersebut. Mulai UMKM mamin (makanan minuman) hingga produk kerajinan.
Pramudito mengatakan, dirinya menggeluti usaha batik ecorprint sejak enam bulan terakhir. Yakni, ketika dirinya pensiuan dari rutinitasnya sebagai guru. Batik ecoprint dipilih karena lebih mengeksplorasi hasil-hasil alam.
Dalam festival ini, hasil karya Pramudito dipajang mentereng. Bahkan Pramudito dan istrinya juga mengenakan hasil karyanya itu. Batik ecorpint yang digunakan untuk kaus dan baju. “Hasilnya seperti ini,” ujar Pramudito sembari menunjukkan lembaran kain batik di lapaknya.
Berapa harganya? Bekti Supriati menambahkan, harga selembar batik ecoprint bervariasi. Tergantung jenis dan bahannya. Yakni, antara Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah. “Semisal untuk jenis kain sutra tentu lebih mahal. Mancapai jutaan,” pungkas Bekti. [suf]

![Lapak UMKM saat festival Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) Kabupaten Jombang 2023 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, Sabtu (5/8/2023). [Foto/Yusuf Wibisono]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/08/lapak1-300x171.jpg)





