Jember (beritajatim.com) – Grand Carnival Jember Fashion Carnaval (JFC) di Jalan Sudarman, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (5/8/2023) malam, mengambil tema Timelapse: Journey of The Earth dan menyebut setiap defile busana dengan ‘chapter’ (babak). Chapter 8 berjudul Upcycle yang menggambarkan ancaman terhadap lingkungan hidup.
“Seiring berjalannya waktu, global warming menyebabkan lapisan pelindung bumi menipis. Banyaknya sampah membuat manusia sadar dan memulai beragam aksi nyata untuk melawan itu semua,” kata Presiden JFC Budi Setiawan, dalam siaran persnya.
“Gerakan mengubah barang bekas menjadi sesuatu yang lebih baik dan bernilai, dilakukan secara masif demi menjaga perjalanan bumi tetap pada alurnya. Manusia mulai mengambil tindakan untuk mengurangi dampak negatif yang dihasilkan dari penggunaan sumber daya yang berlebihan,” kata Setiawan.
JFC sudah terselenggara 21 kali sejak 2003. Karnaval fesyen yang menjadikan jalan raya sepanjang 3,6 kilometer sebagai catwalk atau runway ini terdiri atas 10 defile. “Masing-masing defile berurutan sesuai penggambaran zaman, dimulai dari pembentukan alam semesta, ditemukannya manusia, hingga gambaran masa depan bumi,” kata Setiawan.
Menurut Setiawan, timelapse adalah teknik fotografi yang merekam serangkaian foto atau video dalam rentang waktu tertentu dengan interval waktu yang lebih lama dari biasanya. “Ketika foto-foto atau video tersebut diputar dengan kecepatan normal atau lebih cepat, pergerakan yang lambat atau perubahan yang terjadi seiring waktu akan tampak berlangsung dengan cepat,” katanya.
Kosakata ini kemudian digunakan JFC untuk menggambarkan perjalanan bumi dari masa lampau, kini, dan mendatang. “Dalam perjalanan yang tak terhingga ini, kita menyaksikan perubahan dan pergerakan yang luar biasa. JFC membawanya ke dalam pertunjukan yang menakjubkan, yang membawa kita melintasi waktu dan ruang,” kata Setiawan. [wir]






