Jombang (beritajatim.com) – Forum Masyarakat Madani Jombang (FMMJ) melaksanakan festival Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) 2023 pada Sabtu (5/8/2023). Acara yang digelar di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang ini diikuti sedikitnya 16 OMS. Bupati Jombang, Mundjidah Wahab, menjadi pembuka acara tersebut.
Festival ini menampilkan berbagai rangkaian kegiatan menarik. Termasuk di dalamnya adalah pameran inovasi OMS, pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), talkshow, serta lomba dance jingle untuk pemilu 2024. Ketua Panitia Festival OMS, A. Fathul Iman, menjelaskan, “Pameran Inovasi OMS ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat tentang upaya yang telah dilakukan oleh OMS selama ini.”
Fathul Iman menegaskan, upaya yang dimaksud mencakup baik advokasi maupun pemberdayaan masyarakat. OMS yang terlibat dalam festival ini adalah mereka yang secara nyata telah berkontribusi untuk masyarakat, memiliki kinerja yang jelas terukur, dan mendapatkan kepercayaan publik.
BACA JUGA:
Kisah Wanita Pemikul Air di Tepian Hutan Jombang Saat Kemarau
“Tujuan besar dari acara ini adalah untuk mempromosikan inovasi dan memfasilitasi pemahaman mengenai peran OMS dalam pembangunan dan proses demokrasi di tingkat kabupaten/kota. Promosi ini penting untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan OMS yang perlu diperhatikan oleh masyarakat serta untuk mendorong kolaborasi antara OMS dengan berbagai pihak,” kata Fathul Iman.
Fathul Iman menambahkan, dalam sejarahnya, OMS telah memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat iklim demokrasi pasca reformasi, terutama dalam hal partisipasi masyarakat, kebebasan berekspresi, politik, dan pers.
Penting untuk diingat bahwa demokrasi memiliki tiga pilar utama, yaitu pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Oleh karena itu, untuk mewujudkan demokrasi yang sejati, semua pihak perlu bekerja bersama. Dalam konteks ini, OMS dan pemerintah bukanlah pesaing, melainkan harus menjalin sinergi.

Fathul Iman juga menekankan bahwa regulasi seperti Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No.2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No.17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 tahun 2017 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, menggarisbawahi pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung bagi OMS.
Peraturan tersebut memandatkan partisipasi masyarakat, baik individu, kelompok, maupun organisasi masyarakat sipil dalam proses pembentukan kebijakan daerah. Fathul Iman menegaskan, “Partisipasi ini mencakup berbagai bentuk seperti konsultasi publik, penyampaian aspirasi, rapat dengar pendapat umum, dan diskusi.”
Dalam konteks ini, Fathul Iman juga menyoroti Pasal 2 dari Peraturan Pemerintah yang menyebutkan bahwa masyarakat berhak memberikan masukan dalam penyusunan peraturan dan kebijakan daerah. “Keterlibatan masyarakat harus memiliki makna yang substansial dan transparan, bukan hanya sebagai formalitas atau melibatkan kelompok tertentu, agar kebijakan yang dihasilkan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
BACA JUGA:
Peci dan Sarung untuk Rocky Gerung
Acara pembukaan festival dihadiri oleh Bupati Jombang, Mundjidah Wahab. Bupati tersebut tampak berkeliling dan mengunjungi lapak UMKM yang dipamerkan oleh OMS di area Dinas Pendidikan. Bahkan, bupati turut membeli produk yang dijual di lapak UMKM.
Mundjidah Wahab mengungkapkan, “Kami memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Festival OMS 2023 ini. Semoga acara ini memberikan dampak positif bagi Kabupaten Jombang. Ini adalah kesempatan untuk memperdalam pemahaman tentang kontribusi OMS dalam pembangunan dan demokrasi di tingkat kabupaten/kota.” [suf]
![FMMJ Gelar Festival OMS Kabupaten Jombang 2023 Lapak UMKM saat festival Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) Kabupaten Jombang 2023 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, Sabtu (5/8/2023). [Foto/Yusuf Wibisono]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/08/lapak1.jpg)





