Probolinggo (beritajatim.com) – Pada dini hari ini, tepatnya pukul 03.00 WIB, suasana Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo dipenuhi kebahagiaan saat 32 orang jamaah haji dari kloter tambahan 85 tiba dengan selamat. Kelompok ini telah menyelesaikan perjalanan suci mereka di Mekah dan Madinah.
Asisten Pemerintahan dan Kesra, Heri Sulistyanto, serta jajaran pemerintah daerah, seperti Kepala Satpol PP Achmad Aruman dan Kabag Kesejahteraan Rakyat Moh. Syarifuddin, dengan tulus menyambut para jamaah haji ini dalam suasana hangat.
Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen Probolinggo dalam merawat dan mendukung perjalanan spiritual jamaah.
Sebagai bagian dari kloter tambahan, 32 jamaah haji ini kini telah kembali ke tanah air setelah menunaikan ibadah haji mereka. Perjalanan mereka dimulai dari embarkasi Bandara Juanda Surabaya dan berakhir saat mereka mendarat di Bandara Juanda pukul 22.00 WIB.
Dari sekian banyak jamaah, 10 di antaranya langsung disambut oleh keluarga di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Sementara 22 jamaah lainnya melanjutkan perjalanan menuju Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Probolinggo, tempat keluarga mereka menantikan untuk menjemput dengan penuh sukacita.
Baca Juga: Gubernur Jawa Timur Khofifah Pastikan Stok Elpiji 3 Kg di Probolinggo Aman
Heri Sulistyanto, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Probolinggo, mengungkapkan kegembiraannya atas kedatangan para jamaah haji. Beliau berharap bahwa perjalanan spiritual yang telah mereka lakukan akan diberkahi dan diterima oleh Allah SWT.
“Jama’ah haji selama dalam menjalankan ibadah haji hingga pulang ke tempat asalnya semoga ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan menjadi haji yang mabrur,” kata Heri Sulistyanto.
Bagi mereka yang belum memiliki kesempatan untuk menunaikan ibadah haji, semoga Allah SWT memberikan panggilan suci tersebut dalam waktu yang segera.
Ini adalah momen penting bagi Kabupaten Probolinggo, yang telah membuktikan komitmennya dalam merawat jamaah haji.
Keakraban dalam penyambutan ini mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat serta pemerintah daerah dalam menjaga dan mendukung perjalanan agama yang suci. (ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”probolinggo”]






