Lamongan (beritajatim.com) – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Gresik menggelar Media Gathering 2023, bertajuk Diskusi Gayeng Seputar Program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), bertempat di Lamongan Sport Center.
Diskusi Gayeng ini digelar dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan program JKN. Selain itu, diskusi ini juga sebagai ajang silaturahim terkait pergantian pimpinan dan penyesuaian
struktur organisasi BPJS Kesehatan.
“Diskusi Gayeng ini bersama insan media ini untuk meningkatkan silaturahmi, kemitraan dan penyampaian informasi kebijakan terbaru terkait Program JKN,” ungkap Kepala Cabang Gresik Janoe Tegoeh Prasetijo, ditulis Kamis (3/8/2023).
Janoe menjelaskan bahwa pihaknya gencar mensosialisasikan program ini guna meningkatkan capaian Universal Health Coverage (UHC), khususnya di Kabupaten Lamongan.
UHC adalah sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau.
“Berdasarkan data per Juli 2023, populasi Lamongan 1.380.854 jiwa, dengan keikutsertaan peserta 1.113.716 jiwa atau prosentasenya 80,65 persen, belum UHC karena masih di bawah 90 persen,” bebernya.
BACA JUGA:
Maksimalkan Potensi Kelautan Lamongan, Industri Pengelola Rajungan Diresmikan
Janoe juga menuturkan, UHC mengandung dua elemen inti yakni akses pelayanan kesehatan yang adil dan bermutu bagi setiap warga, dan perlindungan risiko finansial ketika warga menggunakan pelayanan kesehatan.
UHC tersebut, sambung Janoe, perwujudan 3 hal yang saling berhubungan, yaitu kesamaan akses pelayanan kesehatan setiap orang yang membutuhkan akan mendapatkan pelayanan kesehatan, bukan hanya bagi mereka yang mampu membayar saja.
Lalu kualitas pelayanan kesehatan yang baik dan terus meningkat bagi peserta yang menerima pelayanan dan memastikan bahwa biaya pelayanan kesehatan yang digunakan tidak membuat masyarakat dalam kerugian finansial.
“Optimalisasi pelayanan program JKN ini sesuai Intruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022. Sedangkan kanal layanan administrasi kepesertaan, informasi dan pengaduannya meliputi dua hal, yakni tatap muka dan tanpa tatap muka. Semuanya akan lebih mudah, bisa dilihat di aplikasi Mobile JKN, bisa juga melalui Call Center dan Whatsapp,” terangnya.
Tak cukup itu, ungkap Janoe, terdapat pula layanan BPJS Keliling yang bertujuan untuk mendekatkan dan meningkatkan layanan kepada peserta JKN dengan menggunakan konsep jemput bola dan sebagai media promosi serta corporate branding kepada masyarakat luas.
“Apabila ditemukan gratifikasi atau suap selama proses pelayanan, bisa juga diadukan atau dilaporkan. Semoga dengan Diskusi Gayeng bersama insan media ini bisa membawa kemanfaatan dan turut mensukseskan program JKN ke depan,” tandasnya.
BACA JUGA:
Lamongan Wujudkan Pembangunan Merata bersama Lansia
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongam, Kadam Mustoko menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasinya atas dilaksanakannya Diskusi Gayeng ini. Dia berharap, layanan JKN ini bisa semakin mudah diakses dan mampu menjangkau masyarakat luas.
“Kami sangat mengapresiasi, karena pelayanan kesehatan yang ditawarkan BPJS Kesehatan semakin dekat dengan masyarakat, berkualitas, dan tata kelola manajemennya pun semakin baik. Semoga hal ini bisa semakin optimal dan bermanfaat, khususnya bagi warga Lamongan,” pungkasnya. [riq/beq]






