Banyuwangi (beritajatim.com) – Patut bangga, karena Banyuwangi bisa menyumbangkan sebuah penghargaan melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Mujiono.
Ya, mantan Kepala Dinas PU CKPR itu berhasil menyandang penghargaan Sekda Terbaik di ajang Digital Leadership Government Awards 2023 dari Asosiasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Seluruh Indonesia (Askompsi).
Mujiono meraih Sekda Berkinerja Digital Terbaik Nasional untuk kategori Collaboration and Engagement. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Sekda yang dinilai berhasil melaksanakan perubahan, membangun interaksi efektif dan memberikan pengaruh positif melalui digitalisasi atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Penghargaan ini menjadi pemantik semangat kami untuk bekerja lebih baik lagi. Utamanya dalam melaksanakan digitalisasi pelayanan,” kata Mujiono, usai menerima penghargaan dari Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Teguh Setya Budi, kepada Sekda Mujiono di Jakarta, Jumat (28/7/2023).
Baca Juga: Gelar Patroli Pesilat, Polsek Simokerto Amankan Senjata Tajam dan Airsoftgun
Saat ini, Mujiono menyebutkan, pemkab Banyuwangi terus mengembangkan pelayanan yang berbasis digital. Mulai dari pelayanan publik lewat Smart Kampung hingga digitaliasi administrasi pemerintahan.
Meskipun, Banyuwangi sudah mengembangkan skema Smart Kampung sejak 2016 untuk mendorong budaya digital hingga tingkat desa. Pada skema itu, ada pelayanan publik terkait kependudukan, juga untuk layanan bantuan sosial, pendidikan, hingga kesehatan.
“Smart Kampung menjadi payung besar kami untuk digitalisasi pelayanan. Desa-desa kami dorong untuk menggunakan teknologi dalam pelayanan masyarakat. Kami terus mengembangkan aplikasi Smart Kampung yang tujuan besarnya aplikasi ini menjadi super apps,” kata Mujiono.
Baca Juga: 5 Warga Jember Jual Oplosan Pertalite dengan Thinner
Pada Oktober 2022 lalu, Pemkab Banyuwangi telah meluncurkan Mal Pelayanan Publik (MPP) Digital yang ditegrasikan dengan Smart Kampung. Kini MPP digital telah diadopsi pemerintah pusat dan dikembangkan lebih lanjut.
“Kami merasa sangat terapresiasi karena MPP Digital kini telah dikembangkan pemerintah pusat, dan dari MPP Digital proses interoperabilitas dilakukan,” kata Mujiono.
Tak hanya itu, layanan administrasi di lingkup Pemkab Banyuwangi juga telah dilakukan lewat aplikasi SIKAWAN (Sistem Informasi Perkantoran di Awan – Cloud). Lewat aplikasi mobile working ini memungkinkan kami bekerja kapanpun dan dimanapun tanpa mengurangi produktivitas.
“Semua yang kami lakukan dalam kerangka SPBE, sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat,” pungkas Mujiono. (rin/ian)






