Jombang (beritajatim.com) – Kabar terbaru menyebutkan bahwa Kabupaten Jombang, khususnya dalam kaitannya dengan penyediaan LPG 3 Kg, mengalami beberapa tantangan.
Pernyataan dari Agung Surya Pranata – Sales Branch Manager II Pertamina Wilayah Jombang-Mojokerto menyebutkan bahwa jumlah lembaga penyalur LPG 3 Kg di Kabupaten Jombang terdiri dari 5 SP(P)BE, 34 Agen, dan 796 pangkalan dengan realisasi harian mencapai 58.690 tabung.
“Permasalahan terkini terkait kesulitan LPG 3 Kg dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi LPG 3 Kg di berbagai sektor. Salah satu penyebabnya adalah digunakannya LPG 3 Kg untuk keperluan hajatan dan aktivitas pertanian dan peternakan selama masa kemarau,” kata Agung saat mendampingi Bupati Jombang Mundjidah Wahab melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke sejumlah pangkalan LPG, Jumat (28/7/2023).
BACA JUGA:
Sugiri Sancoko Imbau ASN Ponorogo Tak Gunakan Elpiji 3 Kg
Untuk mengatasi permasalahan ini, lanjutnya, masyarakat perlu mengetahui ketentuan Ditjen Migas No. B 2461/MG.05/DJM/2022 tanggal 25 Maret 2022 yang melarang sejumlah kategori usaha untuk menggunakan LPG 3 Kg. Antara lain, antara lain hotel, restoran, usaha binatu (Laundry), usaha tani tembakau, usaha peternakan, usaha Batik, usaha jasa las, dan usaha pertanian.
Dalam upaya penanganan kelangkaan LPG 3 Kg, Ditjen Migas juga telah mengeluarkan ketentuan terbaru melalui No. T-190/MG.05/DJM/2023 tanggal 8 Januari 2023. Ketentuan ini mewajibkan 80% dari alokasi harian pangkalan didistribusikan kepada konsumen akhir, seperti Rumah Tangga dan Usaha Mikro, mulai 1 Maret 2023.
Dalam menjawab permasalahan ini, Suwignyo, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang, menyatakan bahwa Pertamina telah menambahkan Extra Dropping sebanyak 58.240 tabung untuk mengatasi kelangkaan. Distribusi tabung ini dijadwalkan pada tanggal 28, 29, dan 31 Juli 2023, dengan prioritas wilayah yang membutuhkan.

Untuk memastikan informasi mengenai ketersediaan LPG 3 Kg, masyarakat dihimbau untuk menyampaikannya kepada pihak berwenang jika terdapat pangkalan yang mengalami kekosongan atau kelangkaan, demikian pungkas Suwignyo.
Respons terhadap isu kelangkaan LPG 3 Kg di Kabupaten Jombang, direspon oleh Bupati Mundjidah Wahab. Bupati Jombang didampingi oleh beberapa pejabat, termasuk Agung Surya Pranata, melakukan pengecekan ketersediaan LPG 3 Kg di pangkalan.
Dalam pengecekan tersebut, Bupati Mundjidah Wahab memastikan bahwa tidak ada kelangkaan LPG 3 Kg di Kabupaten Jombang dan distribusi berjalan normal dan lancar. Bupati juga menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan hanya membeli LPG sesuai kebutuhan.
BACA JUGA:
Gerak Cepat Wali Kota Kediri Tangani Kelangkaan LPG 3 Kg
Ia juga menekankan pentingnya LPG 3 Kg bersubsidi hanya diperuntukkan bagi konsumen prioritas yang berhak, bukan untuk konsumen yang dilarang menggunakan LPG 3 Kg sesuai dengan ketentuan Ditjen Migas.
“Kami juga meminta dukungan dari Kepala OPD (organisasi perangkat daerah), Pemerintah Kecamatan, dan desa untuk meningkatkan sosialisasi terkait penggunaan LPG bersubsidi agar tepat sasaran,” kata Mundjidah.
Beberapa pangkalan LPG 3 Kg juga diperiksa untuk memastikan ketersediaan dan distribusi tabung di antaranya Pangkalan LPG 3 Kg Toko Budi di Jl. Brigjend. Kretarto RT. 002 RW. 008 Kecamatan Jombang dan Pangkalan LPG 3Kg milik Mahmud Choiry di JL. Kemuning No.15 Jombang. [suf]






