Jember (beritajatim.com) – Tim nasional sepak bola amputasi Indonesia U23 menjuarai turnamen Artalive Challenge Cup di Malaysia, 21-23 Juli 2023. Muhammad Lukiyono, pemain asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, terpilih menjadi pemain terbaik.
Turnamen tersebut diikuti empat tim sepak bola amputasi, yakni timnas senior Malaysia, timnas Malaysia U23, timnas Indonesia U23, dan timnas Bangladesh. Indonesia tak terkalahkan selama turnamen tersebut.
Dalam pertandingan pertama, Jumat (21/7/2023), Indonesia berhasil membekuk timnas senior Malaysia 1-0. Kemenangan kembali dipetik dalam pertandingan kedua pada hari yang sama, dengan mengalahkan Malaysia U23 4-0.
Indonesia menjungkirkan Bangladesh pada pertandingan ketiga, Sabtu (22/7/2023), dengan skor 3-0. Kemenangan ini menempatkan Indonesia di puncak klasemen dengan nilai sembilan, dari tiga kemenangan, mencetak delapan gol, dan tak pernah kebobolan.
Pertandingan final digelar di Stadion EV Arena, Shah Alam, Minggu (23/7/2023). Indonesia kembali berhadapan dengan timnas amputasi senior Malaysia. Kali ini anak-anak Garuda INAF (Indonesia National Amputee Football) kembali menang dengan skor 2-0 sekaligus menjuarai turnamen tersebut.
Tak cukup menjuarai turnamen, gelar pemain terbaik disabet Lukiyono. “Saya berterima kasih kepada staf kepelatihan yang telah mendidik dan melatih saya dengan baik. Saya tidak menyangka bisa menjadi pemain terbaik, karena pemain-pemain lain masih banyak yang lebih bagus daripada saya,” katanya, Kamis (27/7/2023).
Lukiyono termotivasi untuk membuktikan kemampuan di Malaysia. “Saya ingin membuktikan, walau dari desa, saya juga bisa menjadi pemain terbaik untuk membawa nama Jember. Saya ingin membanggakan orang tua, sehingga berlatih giat,” katanya.
Lukiyono sebenarnya sempat cedera engkel dalam pertandingan uji coba dua hari menjelang keberangkatan ke Malaysia. “Bengkak. Alhamdulillah, tim medis bisa menangani dengan baik sehingga saya bisa bermain lepas,” katanya.
Lukiyono bukan satu-satunya pemain asal Jember yang masuk timnas. Ada Muhammad Shiddiq Bahiri dan Muhammad Hafid. Lukiyono dan Bahiri sebenarnya berusia 25 tahun. Mereka bisa bermain di timnas U23 karena peraturan memperbolehkan satu skuat diisi maksimal enam pemain dengan usia di atas 23 tahun.
Dari Jember, hanya Hafid yang berusia 21 tahun. “Dia baru pertama kali masuk (timnas). Alhamdulillah, semoga ke depan lebih banyak lagi pemain asal Jember yang masuk ke timnas senior maupun U23. Semoga juga ada timnas U17, sehingga pembibitan kami lebih baik,” kata Bahiri.
Selain Lukiyono, Bahiri patut dicatat sebagai pahlawan dalam pertandingan pertama melawan timnas senior sepak bola amputasi Malaysia. Dia memecah kebuntuan dengan gol tunggalnya. “Saya menendang bola, kok kiper Malaysia grogi dan bola masuk. Alhamdulillah, kami bisa mencuri poin. Tim tersulit yang kami hadapi adalah tim senior Malaysia ini,” katanya. [wir]






