Gresik (beritajatim.com) – Anggaran pendidikan sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama dan sederajat di Gresik digelontor sebesar Rp 100 miliar lebih. Anggaran tersebut dialokasikan untuk lembaga pendidikan serta insentif guru.
Dari total anggaran diatas terbagi menjadi beberapa peruntukan, mulai dari bantuan operasional untuk penyelenggaraan pendidikan kesetaraan (paket A, B dan C), bantuan operasional untuk pondok pesantren, hingga Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SD, MI, SMP, dan Mts di Kabupaten Gresik.
Selain bantuan operasional dan BOS, juga diberikan dana insentif kepada 2.359 guru SD, MI, SMP, dan MTs serta BOS untuk Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) se-Kabupaten Gresik. “Alokasi anggaran ini merupakan bukti komitmen kami dalam bidang pendidikan. dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saingnya,” ujar Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik, Kamis (28/7/2023).
Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengatakan, dengan ditekennya surat keputusan terkait alokasi anggaran pendidikan. Harapannya, tidak ada lagi warga yang putus sekolah. “Kami mengalokasikan lebih dari 100 miliar rupiah, baik berupa bantuan operasional maupun insentif untuk guru,” katanya.
Nantinya anggaran itu secara rinci masing-masing peruntukannya untuk 11 lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan (paket A, B dan C) di Kabupaten Gresik, diberikan bantuan operasional sebesar Rp 217.107.000. Selain itu, Rp 2.977.464.000 digelontorkan untuk bantuan operasional penyelenggaraan untuk 119 pondok pesantren.
Ia menambahkan, dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) juga diberikan kepada 678 lembaga pendidikan mulai dari SD, MI, SMP, dan Mts di Kabupaten Gresik dengan total Rp 71.625.110.000. Serta diberikan juga insentif kepada 4.489 guru dan tenaga kependidikan SD, MI, SMP, dan MTs masing-masing sebesar Rp 600.000 per bulan atau total Rp 32.320.800.000 yang akan diberikan 6 bulan sekali.
“Kami juga memberikan bantuan pembelian seragam batik dan olahraga bagi siswa baru pada 23.327 SD, MI, SMP, dan MTs dengan alokasi anggaran Rp 5.831.750.000,” imbuhnya.
Terkait dengan ini, anggota Komisi IV DPRD Abdullah Hamdi meminta besaran anggaran tersebut diharapkan tepat sasaran. Jangan sampai dengan anggaran yang melimpah masih ada pungutan di sekolah. “Ini harus dikawal mengingat anggaran pendidikan di Kabupaten Gresik cukup besar,” pungkasnya. [dny/kun]
BACA JUGA:
Penderita HIV/ AIDS di Gresik Cenderung Meningkat






