Banyuwangi (beritajatim.com) – Upaya mengurai kelangkaan gas elpiji 3 Kg di Banyuwangi terus dilakukan. Operasi pasar menjadi langkah awal untuk memberikan alternatif kemudahan bagi warga.
Namun, ada tambahan langkah lain untuk mengatasi situasi pelik di tengah warga ini. Salah satunya menambah pasokan gas elpiji 3 Kg untuk warga.
Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Pertamina mengambil solusi. Bahkan, rencana terakhir dengan penambahan pasokan itu bakal segera terlaksana.
“Rencananya besok kita tambah, hingga 32 persen dari kuota yang ditetapkan,” ungkap Sales Brand Manager Pertamina Banyuwangi, Denny Nuhrahanto saat sidak bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (27/7/2023).
Baca Juga: Begini Solusi Banyuwangi Atas Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Rencananya, kata Denny, penambahan pasokan gas elpiji 3 Kg itu akan didistribusikan ke 1.700 pangkalan LPG se Banyuwangi. Hal ini diharapkan dapat segera menstabilkan kondisi di lapangan.
“Selain itu, untuk segera menstabilkan kondisi, kita tambah suplai ke pangkalan, sekaligus operasi pasar tetap kita jalankan. Seperti pangkalan Kertosari ini,sa biasanya dijatah 100 tabung/hari, ini tadi ditambah jadi 120 tabung/hari,” jelasnya.
Berdasarkan data, pasokan elpiji 3 Kg untuk Banyuwangi mencapai 153 – 155 metricton/hari, atau setara 52 ribu tabung LPG 3 Kg. Meski demikian, kuota tahun ini sama dengan sebelumnya tahun 2022 lalu.
“Untuk Banyuwangi, sebenarnya pasokan yang kita salurkan masih sama, tidak ada perubahan dari bulan kemarin maupun tahun kemarin juga. Namun, kami melihat tahun ini ada peningkatan konsumsi di masyarakat. Jadi, kebutuhan warga akan LPG tidak seimbang dengan kuota yang telah ditetapkan tahun ini,” pungkas Denny. (rin/ted)






