Surabaya (beritajatim.com) – ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya meluncurkan rumah tahan gempa dari limbah debu. Rumah tersebut bernama BIMA (Bangunan Instan Modular Sederhana).
Limbah debu tersebut dihasilkan oleh PT PLN di Probolinggo. Inovasi ini dinilai menjadi terobosan cerdas penggunaan debu hasil limbah PLN. Tak hanya menjadi solusi lokal, inovasi ini juga berpotensi lanjut ke daerah-daerah lain.
“Melalui pelatihan ini, nantinya masyarakat dapat mengembangkannya sendiri, sehingga membuka peluang dalam meningkatkan perekonomian secara berkelanjutan,” ungkap Ary Bachtiar, Manager Senior Transfer Teknologi Office ITS, Rabu (26/7/2023).
Sementara Sukarno, Manager Business Support PT PLN Nusantara Power Up Paiton menilai inovasi BIMA ini memainkan peran penting dalam mengurangi limbah serta meningkatkan efisiensi pengolahan limbah di lingkungan PLN.
“Inovasi ini juga mampu menghadirkan produk ekonomis yang ramah lingkungan. Itu sejalan dengan visi PLN dalam berkontribusi pada pelestarian lingkungan,” katanya.
Baca Juga: ITS Hanya Kantongi 9 Medali di Pomprov Jatim II 2023, Ini Targetnya Tahun Depan
Sedangkan Kepala Desa Sumberejo Muhammad Haris mengaku bersyukur dengan adanya pelatihan di wilayahnya ini. Sebab, Sumberejo berada di kawasan PLTU Paiton.
“(Sumberejo, red) termasuk dalam daerah yang mendapat bantuan bangunan tahan gempa dari pemerintah. Sehingga, kehadiran pelatihan ini memberikan harapan baru bagi masyarakat,” tuturnya.
Dengan adanya inovasi BIMA ini diharapkan mampu menciptakan perubahan positif dalam dunia konstruksi dan lingkungan. Sinergi antara ITS, PLN, dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) ini, inovasi BIMA memiliki potensi untuk merambah ke daerah-daerah lain, dan membuka peluang bagi peningkatan kualitas hunian masyarakat secara berkelanjutan. [ipl/ted]






