Pasuruan (beritajatim.com) – Beberapa hari belakangan, warga Pasuruan kesulitan dalam mencari LPG bersubsidi 3 kilogram. Hal ini membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan melakukan sidak.
Ada setidaknya 6 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di wilayah Kabupaten Pasuruan, 5 diantaranya SPPBE subsidi dan 1 non subsidi. Tak hanya SPPBE, Disperindag juga melakukan sidak di agen-agen penjual Elpiji.
Ada setidaknya 27 agen LPG 3 kilogram yang tersebar diseluruh Kabupaten Pasuruan. Namun meski sudah dilakukan sidak, Disperindaag tak menemukan adanya penimbunan ataupun kelangkaan.
“Selama ini untuk LPG 3 kiligram tidak ada pembatasan dan pendistribusian kepada Pertamina. Namun saat libur bersama maupun cuti bersama, para agen tidak menerina kiriman LPG 3 kilogram,” kata Kasi Kasi Perdagangan Dalam dan Luar Negeri, Subakti Utomo, Selasa (25/7/2023).
Subakti juga mengatakan bahwa saat ini Pertamina sedang melakukan pendataan registrasi dan pendataan pengguna LPG 3 kilogram dalam sistem yang berbasis web. Hal ini juga dibantu oleh agen dengan mendata melalui KTP maupun KK para pengguna LPG 3 kilogram.
Tak hanya pendataan, di wilayah Kabupaten Pasuruan sendiri juga mengalami penurunan kuota, dari 2022 hingga 2023. Pada tahun 2022 kuota LPG 3 kilogram yang diberikan mencapai 59.620, namun pada tahun 2023 stok yang diberikan hanya 56.949.
Subakti juga mengatakan pada bulan Mei hingga Juli 2023 masyarakat di Kabupaten Pasuruan banyak yang menggelar hajatan. Sehingga banyak LPG yang digunakan dan tidak ada kuota tambahan pada tahun 2023 kali ini.
“Akhir-akhir ini banyak warga yang menggelar hajatan, namun tidak ada ganti rugi pada stok yang diberikan. Ditambah lagi panic buying masyarakat, sehingga banyak masyarakat yang melakukan stok berlebih,” tutupnya. (ada/kun)
BACA JUGA:
LPG Langka, Pedagang Makanan di Kediri Pilih Berhenti Jualan






