Sumenep (beritajatim.com) – Tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap satu penumpang KLM Putri Kuning yang hilang saat kapal tenggelam di Perairan Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep.
Satu penumpang hilang tersebut atas nama Irianti (9), warga Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo. Sedangkan 3 ABK dan 4 penumpang lainnya selamat, kemudian 2 penumpang meninggal. “KLM Putri Kuning itu memuat 7 penumpang, kemudian 3 ABK. Selain itu juga memuat sembako dari Situbondo ke Giliraja,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Senin (24/7/2023).
KLM Putri Kuning GT 06 yang dinakhodai Saruji bersama 2 ABK yakni Subairi dan Laili berangkat pada Selasa (18/7/2023) dari Pelabuhan Panarukan Situbondo menuju ke Pelabuhan Tanggek, Desa Banbaru, Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep.
BACA JUGA:
KLM Putri Kuning Tenggelam di Perairan Giliraja Sumenep
Selain memuat orang, kapal tersebut juga mengangkut semen, kayu, asbes, dan air mineral. Pada Rabu (19/07/2023), sekitar pukul 02.00 WIB, KLM Putri Kuning dihantam cuaca buruk dengan angin kencang dari barat daya, sehingga kapal oleng dan menabrak tiang rig pengeboran migas, kemudian tenggelam.
“Tujuh orang yang selamat ini ditolong nelayan saat terapung di atas papan. Sedangkan 2 orang ditemukan di Perairan Giligenting, kurang lebih 3 mill sebelah selatan Pulau Giliraja, dalam keadaan meninggal,” terang Widiarti.
Sedangkan untuk 1 korban hilang, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Satpolair Polres Sumenep, Dirpolairud Polda Jatim, TNI AL, Basarnas, BPBD, Tagana, Komunitas Masyarakat Pesisir Pantai/Pelabuhan. “Sampai hari ini, pencarian terhadap satu korban hilang, belum membawa hasil. Pencarian akan dilanjutkan besok pagi,” ungkap Widiarti. [tem/suf]






