Sumenep (beritajatim.com) – KLM Putri Kuning tenggelam di Perairan Pulau Gili Raja, Kabupaten Sumenep. Kapal tersebut mengangkut 9 penumpang dengan 1 nahkoda dan 2 ABK.
Dalam musibah kecelakaan laut tersebut, 2 orang meninggal, 7 selamat, dan 3 hilang.
“Kecelakaan laut itu diduga akibat kapal sarat muatan dan cuaca buruk,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Kamis (20/07/2023).
KLM Putri Kuning GT.06 yang dinakhodai Saruji bersama 2 ABK yakni Subairi dan Laili berangkat pada Selasa (18/07/2023) dari Pelabuhan Panarukan Situbondo menuju ke Pelabuhan Tanggek, Desa Banbaru, Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep.
Kapal tersebut memuat 9 penumpang dan mengangkut semen, kayu, asbes, dan air mineral. Pada Rabu (19/07/2023), sekitar pukul 02.00 WIB, KLM Putri Kuning dihantam cuaca buruk dengan angin kencang dari barat daya, sehingga kapal oleng dan menabrak tiang rig pengeboran migas, kemudian tenggelam.
Pada Rabu pagi, perahu nelayan yang dinakhodai Lukman asal Pamekasan menemukan 4 orang yang sedang mengapung di atas papan dalam keadaan selamat. Mereka adalah Saruji (nahkoda), penumpang atas nama Barmawi (75) asal Panarukan, Dani (15) asal Gili Genting, dan Jumarwi (78) asal Panarukan.
BACA JUGA:
HMI Sumenep Desak Bupati Cabut Ijin Pembangungan Rumah Sakit Baghraf
Para penumpang yang selamat itu kemudian diantar menuju Pulau Gili Raja Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep.
“Pada jam yang hampir bersamaan, kapal pemancing asal Besuki, Situbondo juga menemukan 3 orang yang sedang mengapung di atas papan dalam keadaan selamat. Mereka adalah Subairi dan Laili, keduanya ABK kapal, serta Herik (25) penumpang asal Panarukan. Mereka diantar ke Besuki, Situbondo,” terang Widiarti.
Lima penumpang lainnya belum ditemukan, yakni Sumarni, Sima, Irianti dan 2 orang yang tidak diketahui identitasnya. Pencarian pun dilakukan pihak keluarga dan nelayan setempat.
Rabu sore, ditemukan dua penumpang dalam keadaan meninggal, yakni Sumarni (45) dan Sima (57), keduanya asal Situbondo. Mereka ditemukan di Perairan Giligenting, kurang lebih 3 mill sebelah selatan Pulau Giliraja.
BACA JUGA:
Diduga Korsleting, KLM Usaha Bersama Terbakar di Pelabuhan Gersik Putih Sumenep
“Kedua jenazah penumpang KLM Putri Kuning itu sudah diserahkan pada dua anaknya di Pulau Giliraja Kecamatan Giligenting, untuk dimakamkan,” ungkap Widiarti.
Hingga saat ini tercatat masih ada 3 penumpang kapal yang belum ditemukan, yakni Irianti (9) asal Situbondo, dan dua penumpang lagi laki-laki dan perempuan yang tidak diketahui identitasnya.
“Upaya pencarian terhadap korban hilang sampai saat ini masih dilakukan oleh aparat dibantu keluarga korban dan nelayan setempat,” ucapnya. [tem/beq]






