Lamongan (beritajatim.com) – Sebanyak 27 Pengurus Anak Cabang (PAC) Persatuan Santri dan Alumni Sunan Drajat (Pessandra) se-Kabupaten Lamongan resmi dikukuhkan, di Aula Pesantren Sunan Drajat, pada Minggu (23/7/2023).
Dalam pelantikan bertajuk ‘Santri Cekatan untuk Lamongan Megilan’ ini, Ketua Pengurus Cabang (PC) Pessandra Kabupaten Lamongan, Muhajirin menyampaikan 3 pesan kepada seluruh jajaran PAC yang baru saja dikukuhkan.
Adapun 3 pesan yang titipkan itu, Pertama, agar para pengurus PAC Pessandra terus menguatkan konsolidasi dan silaturahim antar alumni. Kedua, terus berkhidmat dan berjuang sesuai ajaran Sunan Drajat di manapun berada.
“Ketiga, PAC Pessandra harus terus menebarkan manfaat di tengah-tengah masyarakat. Mari jalinan antar pengurus ini kita kuatkan agar jejaring alumni pun semakin kuat, dari atas hingga ke tingkat ranting,” ungkap Muhajirin, ditulis Senin (24/7/2023).
Menurut Muhajirin, dengan menjalankan 3 pesan tersebut, para alumni turut menegaskan cita-cita yang digadang-gadang oleh Pengasuh Pesantren Sunan Drajat, Prof. Dr. KH Abdul Ghofur, yakni membangun “Negara Pondok”.
BACA JUGA:
Pagelaran Tari dan Nasi Boran Lamongan Pecahkan Rekor Dunia
“Insya Allah cita-cita Negara Pondok dari kiai kita, KH. Abdul Ghofur ini benar-nenar terwujud. Negara Pondok yang dimaksud bukan merubah sistem negara yang ada saat ini, tapi negara yang diisi oleh para generasi santri, dengan menjunjung tinggi akhlakul karimah dan nilai-nilai universal kepesantrenan dan keIslaman yang diteladani dari para ulama terdahulu, seperti moderat, perdamaian, kerukunan, dan lainnya,” paparnya.
Masih kata Muhajirin, para santri dan alumni Pesantren Sunan Drajat saat ini telah tersebar di seluruh penjuru Nusantara. Tak hanya itu, bahkan juga telah merambah ke berbagai negara lainnya.
“Pesantren Sunan Drajat ini besar. Selain itu, Pessandra saat ini tidak hanya ada di Indonesia, tapi juga banyak yang berada di luar negeri. Jika pesantrennya besar tapi alumninya tidak berbuat apa-apa, maka gak bahaya ta? Mari kita bersama-sama berjuang secara ikhlas, jangan mikir saya dapat apa dari Pessandra,” bebernya.
Sementara itu, KH. Murobby Binnur, Putra KH. Abdul Ghofur yang berkesempatan untuk mewakili pengasuh Pesantren Sunan Drajat menuturkan bahwa konsep perjuangan santri itu tidak memandang umur atau tak dibatasi usia.
Sehingga, sambung Gus Obi, sapaan akrab KH. Murobby Binnur, berjuang itu harus terus dilakukan oleh pengurus Pessandra hingga akhir hayat.
“Konsep berjuang tidak pandang umur. Pengurus jangan sampai klemar-klemer. Terus berjuang untuk mendapatkan barokah. Menguatkan ideologi Ahlus Sunnah Wal Jamaah agar tidak mudah kebawa arus,” tuturnya.
BACA JUGA:
Bahtsul Masail Kubro II di Pesantren Al Fattah Lamongan, Kupas Politik Uang Pemilu
Lebih lanjut di hadapan seluruh pengurus Pessandra dan tamu undangan, Gus Obi juga menjelaskan tentang konsep hikmah sebagai bekal dalam melakukan perjuangan, sebagaimana hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Anas Ibnu Malik.
“Sesungguhnya hikmah di balik ilmu itu bisa memuliakan orang yang sudah mulia, dan meninggikan derajat seorang budak, hingga mencapai kedudukan atau derajat para raja,” papar Gus Obi.
“Oleh sebab itu mari kita berjuang dengan hikmah, yakni perkara yang bisa semakin mendekatkan seorang hamba dengan Allah. Dengan begitu, Insya Allah hidup kita akan senantiasa mendapat keberkahan,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya Pengasuh Pesantren Sunan Drajat, KH. Anas Al Hifni atau Gus Anas, Pengasuh Pesantren Idhotun Nasyiin Kalitengah, KH. Abdul Fattah, Ketua PP. Pessandra, Dr. Sulanam dan jajaran, Perwakilan Bupati Lamongan serta tamu undangan lainnya. [riq/beq]






