Malang (beritajatim.com) – Presiden Joko Widodo memantau inflasi dengan mengunjungi Pasar Bululawang, Kabupaten Malang, Senin (24/7/2023) siang ini. Dalam kunjungan ini, Jokowi dikawal oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir.
Jokowi tiba sekitar pukul 09.45 WIB. Kedatangan Jokowi disambut teriakan histeris masyarakat yang sudah menunggunya sejak pagi hari.
Sambil membagikan kaos, Presiden Jokowi juga menyalami beberapa para pedagang kaki lima yang berdiri di pinggir jalan menuju Pasar Bululawang. Kedatangan Jokowi untuk memastikan kondisi harga kebutuhan pangan.
“Hari ini saya ngecek harga harga pasar di Kabupaten Malang, harganya sangat sangat bagus dan stabil. Bisa dicek, daging ayam harganya Rp34 ribu. Bawang merah, bawang merah ini di harga Rp26 ribu. Semua baik karena sebagian besar produksinya ada di Kabupaten Malang. Itu artinya untuk inflasi sangat terkendali,” tegas Jokowi.
BACA JUGA:
Petani Ngawi Ditemukan Meninggal Menemper KA Majaphit Relasi Pasar Senen-Malang
Jokowi juga menjelaskan kedatangannya ke Kabupaten Malang bersama Menhan Prabowo Soebianto dan Menteri BUMN Erick Thohir.
“Utamanya kami bertiga Menhan Pak Prabowo dan Menteri BUMN Pak Erick Thohir, ingin mengunjungi Pindad karena permintaan dari pasar ekspor untuk produk produk dari Pindad ini meningkat sangat tajam,” ujarnya.
“Jadi kami akan rapat di Pindad dengan Biro, dengan Komisaris semuanya, ingin memutuskan ke arah mana pindad ini akan dibawa. Karena memang ada permintaan yang sangat besar sekali dari luar untuk ekspor,” sambung Jokowi.
BACA JUGA:
Malang Fashion and Food Festival Mampu Sedot Animo Wisatawan
Jokowi juga memastikan, keikut sertaan Prabowo Soebianto dan Erick Thohir ke Kabupaten Malang, karena PT Pindad, ada dibawah kendali Menteri Pertahanan dan Menteri BUMN.
Terakhir, Presiden Jokowi juga mengatakan soal elpiji bersubsidi yang dirasa terjadi kelangkaan di Kabupaten Malang.
“Elpiji yang bersubsidi ini memang diperuntukkan hanya untuk yang kurang mampu. Harus digarisbawahi. Jadi mengenai kelangkaan nanti biar pak Menteri BUMN yang jawab, karena menyangkut Pertamina di bawah beliau,” pungkas Jokowi. [yog/beq]






