Jember (beritajatim.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jember belum menggelar pemusatan latihan (training center atau TC) untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur VIII.
Padahal, menurut Ketua Bidang I KONI Jember Soetriono, TC seharusnya berlangsung sejak 1 Juli 2023. “Sampai dengan pelaksanaan porprov,” katanya, ditulis Rabu (19/7/2023).
Namun KONI Jember terkendala pendanaan. “Kami belum bisa memutuskan terkait dukungan pendanaan. Pendanaan ada, tapi sangat minim. Satu orang dijatah Rp 100 ribu per orang untuk 16 kali tatap muka. Berarti satu orang mendapat Rp 1,6 juta selama TC,” kata Soetriono.
Soetriono tidak tahu berapa anggaran total untuk mengikuti Porprov Jatim VIII. “Itu melekat di Dinas Pemuda dan Olahraga Jember,” katanya.
Soetriono membandingkan dengan dukungan dana dari Pemerintah Kabupaten Jember pada saat Porprov VII tahun lalu. “Seharusnya ada extra fooding, uang saku, uang transportasi. Paling tidak seperti tahun kemarin,” katanya.
Menurut Soetriono, minimnya dukungan dana ini akan berdampak terhadap atlet. “Memang banyak rekan-rekan yang sudah TC mandiri. Tapi ya begitulah. Saya belum bisa ngomong banyak terkait TC porprov. Kalau ini (dibiarkan) terus, saya khawatir, (gairah) atlet-atlet menurun, prestasinya juga menurun,” katanya.
Soetriono berharap seluruh pengurus cabang olahraga berlatih mandiri. “Walau namanya bukan TC. Seperti yang dilakukan cabor tenis lapangan, yakni berlatih mandiri, berlatih bersama, dan dititipkan di klub masing-masing,” katanya.
Soetriono mengharapkan adanya pertemuan para pemangku kepentingan dan kebijakan di bidang olahraga untuk membicarakan pembiayaan penuh TC oleh pemerintah daerah. “Kalau satu orang TC, satu hari saja, kira-kira Rp 100 ribu cukup tidak? Tahun lalu ada extra fooding, uang saku, dan uang transportasi. Kalau Rp 100 ribu, bisa tidak buat beli susu dan uang transportasi?” katanya.
Rencananya tahun ini KONI Jember akan memberangkatkan kontingen berkekuatan 400 orang untuk 42 cabang olahraga. “Itu atlet plus ofisial. Diharapkan cabor beregu hanya memberangkatkan 2-3 ofisial, tidak sebanyak tahun kemarin. Kami kemarin diperkuat 700 orang atlet plus ofisial,” kata Soetriono.
Gemuknya kontingen Jember dalam porprov tahun lalu tak lepas dari posisi Jember sebagai satu dari empat tuan rumah dan target untuk berprestasi. Terbukti saat itu Jember berhasil menyodok ke peringkat sembilan perolehan medali.
Soetriono mengingatkan, prestasi Jember dalam Porprov VIII mendatang akan tergantung pada pelaksanaan pemusatan latihan atau training center (TC). “Proses mencari juara mengharuskan adanya TC dengan sistem promosi dan degradasi. Kalau itu tidak dilakukan, pasti kita tidak tahu targetnya mengarah ke mana,” katanya. [wir]






