Malang (beritajatim.com) – Memulai karir dari nol dan tak henti untuk belajar bisa membawa kesuksesan bagi seseorang. Seperti yang dilakukan oleh Izza Magendra. Pria asal Surabaya, Jawa Timur tersebut saat ini merupakan seorang Visual Communication Designer Traveloka.
Sebelum mendapatkan jabatan saat ini, Izza memulai karirnya pada tahun 2016 dengan magang di salah satu studio kecil di Surabaya yang fokus pada branding, rebranding, illustration, hingga packaging..
“Untuk posisi magang, saya memiliki tanggung jawab cukup besar. Mengingat saya sering diikutsertakan untuk beberapa project. Misal pembuatan ilustrasi mural untuk restoran,” terang dia.
Kemudian, pada akhir tahun 2016, lebih tepatnya setelah lulus kuliah, Izza memilih hijrah ke Ibukota untuk melanjutkan karir profesional sebagai Graphic Designer di salah satu perusahaan desain. Sebuah kantor design yang fokus pada kebutuhan visual identity, branding, rebranding, hingga editorial print.
“Saya memiliki cukup banyak variasi dalam segi client dan juga output kerjanya dibanding dengan studio sebelumnya,” papar dia.
Berkat pengalamannya tersebut, pada bulan April 2018, Izza mulai meniti karir di dunia startup bidang transportasi, yakni Gojek Indonesia, untuk mendapatkan tantangan yang lebih besar lagi.
“Disini, saya lebih dedicated untuk social media, meliputi Instagram, Facebook, Twitter. Tantangan terbesar di sini adalah bagaimana kita harus bisa menerjemahkan bahasa “offline” ke bahasa digital atau social media agar tetap relate dengan customer Gojek,” papar dia.
Saat bekerja disini, Izza sempat mendapat tantangan kerja yang menarik, yakni di Gojek involve untuk kebutuhan digital campaign Rich Brian.
“Dalam tantangan ini, bikin abang gojek kita terbangin ke California untuk antar makanan spesial untuk Rich Brian dan mendapatkan beberapa awards di Citra Pariwara untuk kategori social media activation,” sambung dia.
Tak berhenti sampai disitu, Izza kemudian mencoba tantangan baru. Mulai bulan Maret 2021, ia pindah ke Traveloka. Disini, ia dipercaya untuk handling kebutuhan campaign brand dan business unit.
“Disini, saya bertemu dengan orang baru, mendapatkan banyak perspektif baru dan up to date akan sebuah trend bisa dibilang beberapa hal yg menjadi suka dalam mengerjakan profesi ini, walaupun masih ada banyak hal suka di dalamnya.,” sambung dia.
Baca Juga: Lets Play Indonesia, Startup Asal Malang yang Go International
Di sela-sela waktunya, Izza juga membuat studio kolektif bersama beberapa teman yaitu Pitu Studio yang hingga sekarang masih aktif mengerjakan beberapa kebutuhan visual identity, illustration hingga packaging, untuk kebutuhan lifestyle beberapa brand di luar ataupun di dalam negeri.
“Dalam dunia design, masih minimnya awareness orang terhadap desain dan bidang kreatif, ironisnya untuk beberapa client luar negeri lebih respect dengan apa yang kita kerjakan. Tapi saya yakin pelan-pelan semuanya akan berubah dan ke arah yang lebih baik dengan banyaknya informasi tentang dunia kreatif,” papar dia.
Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi Izza untuk tak berhenti belajar dan berusaha mencoba bidang lain.
“Tantangan paling besar sebenarnya ada dalam diri saya sendiri, selalu ada keinginan untuk berhenti dan mencoba bidang lain. Tapi selalu saya ingat-ingat kembali kenapa saya memulai ini, dan apa yang membuat saya menyukai profesi ini,” kata lulusan Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya ini.
Ke depan, ia akan terus fokus dalam bidang pengembangan diri dan juga usaha yang sedang dijalaninya saat ini.
“Diantara banyaknya goals untuk jangka pendek maupun panjang yang sudah saya catat, ada goals yang ingin saya kejar banget yaitu untuk lebih seriusin dan membesarkan Pitu Studio yang nantinya saya bisa fully focused on it,” pungkas pria yang juga lulusan SMA Trimurti Surabaya ini. (ted)
—————–
Konten Kerjsama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






