Blitar (beritajatim.com) – Kereta Api Majapahit relasi Pasar Senen-Malang akhirnya tiba di Stasiun Blitar setelah mengalami keterlambatan datang. Para penumpang mengaku bersyukur bisa tiba di Blitar meski harus menunggu lebih dari 4 jam di dalam gerbong kereta api.
Purwadi, pria asal kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar itu menceritakan bahwa kereta api yang ditumpanginya yakni KA Majapahit terpaksa berhenti di jalur sebelum memasuki Stasiun Semarang. Bersama ratusan penumpang lainnya, Purwadi pun harus menunggu berjam-jam sebelum kereta api yang ditumpanginya bisa melanjutkan perjalanan.
“Berhenti di jalur sebelum memasuki Semarang, lama tadi kalau 4 jam ada cuma di gerbong aja,” katanya saat tiba di Stasiun Blitar, Rabu (19/07/23).
Baca Juga: KA Brantas Tabrak Truk di Semarang Telah Tiba di Stasiun Blitar
Selama menunggu di gerbong Purwadi bersama keponakannya Gebi hanya mendapatkan kompensasi air mineral dari PT KAI. Untuk membuang kejenuhan ia tak jarang ke luar gerbong untuk sekedar merokok maupun menikmati Snack.
Meski begitu Purwadi memaklumi keterlambatan yang terjadi. Pasalnya keterlambatan ini terjadi akibat kecelakaan antara KA Brantas dengan truk trailer di JPL 6 KM 1+523 Petak jalan Jerakah-Semarang Poncol, dan bukan kesalahan dari PT KAI.
“Tidak apa-apa dimaklumi saja karena ini kecelakaan bukan soal pelayanan,” jawabnya sembari tersenyum.
Keterlambatan perjalanan KA Majapahit ini sebenarnya membuat agenda Purwadi sedikit terlambat. Namun hal itu tak membuatnya kecewa.
[berita-terkait number=”2″ tag=”kecelakaan-kereta-api”]
Ia justru bersyukur masih bisa sampai di Blitar meski harus terlambat beberapa jam. Tak lupa Purwadi pun mendoakan korban luka agar segera cepat pulih serta perjalanan kereta api jarak jauh lainnya segera normal.
“Tidak apa-apa, namanya juga kecelakaan,” tutupnya.
KA Majapahit sendiri dijadwalkan tiba di Stasiun Blitar pada pukul 08.05 WIB. Namun kereta api yang bertujuan akhir di stasiun Malang itu baru tiba di Blitar pada pukul 10.30 WIB. (owi/ted)






