Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang, Sutiaji berharap wacana penghapusan honorer oleh Kementerian PAN-RB pada November 2023 mendatang ditimbang ulang. Ini mengingat sebenarnya wacana itu belum matang atau belum pasti diterapkan.
“Itu belum dikaji (wacana penghapusan honorer),” ujar Sutiaji, Selasa, (18/7/2023).
Sutiaji meminta Menpan RB Abdullah Azwar Anas tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Dia berharap mantan Bupati Banyuwangi itu mempunyai keputusan yang bijak terhadap wacana penghapusan honorer.
Sutiaji menyebut, penghapusan honorer akan berimbas pada angka pengangguran. Di sisi lain dia percaya Menpan-RB akan membuat kebijakan yang tepat apalagi Azwar Anas pernah menjadi kepala daerah.
BACA JUGA:
Wali Kota Malang Tegaskan Dukung Komnas Perempuan
“Ketika kita membuat kebijakan, kita harus lihat existing di lapangan, dan ini akan jadi warning apalagi Menpan RB itu kan mantan bupati, Insya Allah paham akan kebutuhan di lapangan,” imbuh Sutiaji.
Sutiaji juga mengaku telah menyampaikan keinginannya ini pada 3 tokoh nasional yang akan bertarung di Pemilihan Presiden 2024 mendatang.
BACA JUGA:
Wali Kota Malang: Jarik Ma’Siti Wujudkan Pendidikan Inklusif
Keinginan ini dia sampaikan pada Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto di ajang Apeksi beberapa waktu lalu di Makassar.
“Kemarin juga kita usulkan (untuk dipertimbangkan lagi penghapusan honore) kepada calon-calon tokoh nasional yang mungkin akan ke pilihan presiden,” ujar Sutiaji. [luc/beq]






