Ngawi (beritajatim.com) – Emak-emak di Ngawi dapat hadiah handphone (HP) dari Ganjar Pranowo. HP itu diberikan Ganjar usai si emak-emak nyanyi lagu Sewu Kutho.
Adalah Siti Fatimah (50), yang hadir dalam acara Temu Kangen Barisan RT (Baret) di GOR Bung Hatta Ngawi, Minggu (16/7/2023).
Sebelum dapat hadiah, Siti Fatimah sempat menyanyikan lagu Maestro Ambyar Didi Kempot yakni Sewu Kutho. Dia diundang naik panggung Ganjar Pranowo karena mengaku senang menyanyikan lagu itu.
Dia pun naik panggung meski malu-malu. Ganjar pun memberinya kesempatan bernyanyi dengan iringan musik. Meski tak hapal betul, Siti tetap berusaha menyelesaikan lagu dengan dibantu para penyanyi untuk hiburan acara itu.
Usai menyanyi, dia ditanyai Ganjar, “Suka olahraga atau masak?”
BACA JUGA:
Bertemu Warga Ngawi, Ganjar Pranowo: Soal Cawapres, Tunggu Ya!
Siti mengaku suka keduanya. Namun, akhirnya dia memilih handphone ketika Gubernur Jawa Tengah itu memberinya pilihan.
“Ya supaya bisa komunikasi dengan kerabat dan teman-teman. Ya nggak nyangka ya. Tadi saya disuruh naik panggung buat nyanyi Sewu Kutho. Ya katanya nanti hapenya dikirim,” kata Siti Fatimah
Sebelumnya diberitakan, Ganjar Pranowo datang langsung dalam Temu Kangen Barisan RT (Baret) di Gedung Olah Raga (GOR) Bung Hatta di Jalan Ir Soekarno atau Ring Road Ngawi, masuk Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu (16/7/2023)
Ganjar mengapresiasi pertemuan RT yang besar tersebut. Menurutnya, ini baru pertama kali seumur hidupnya hadir dan melihat langsung pertemuan pengurus Rukun Tetangga yang tingkatannya tak hanya desa atau kecamatan, melainkan kabupaten.
“Baru pertama kali seumur hidup saya, ini pertemuan RT yang sangat besar. Ya seperti kita ketahui, RT ini penting sekali perannya. Jadi,.tempat wadulnya masyarakat ketika ada masalah. Kehilangan apa atau ada persoalan apa kan langsung lapornua RT,” kata pria yang kini mejabat sebagai Gubernur Jawa Tengah itu.
Ganjar pun ingat dengan sosok ayahnya yang dulu merupakan Ketua RT. Peran RT sungguh penting dalam pemerintahan desa. Dia sempat berdialog dengan slaah satu Ketua RT.
BACA JUGA:
Temu Kangen Baret , Ganjar Apresiasi Pertemuan RT Terbesar di Ngawi
“Ada yang bagus kebijakannya. Jika ada yang kesulitan bayar pajak bumi dan bangunan (PBB), ditalangi dulu pakai kas RT,” kata Ganjar.
Dia mengharapkan siapa saja bisa mendukung RT dalam mewujudkan kerukunan hidup di desa dan kelurahan. Apalagi di Ngawi, ada sekitar 5.608 rukun tetangga.
Selain itu, dia mendukung RT agar punya media sosial untuk corong komunikasi dengan masyarakat luas. Baik tentang kebijakan RT atau pemberitahuan pada masyarakat.
“Sehingga masyarakat bisa mengakses dengan mudah informasi yang terdekat. Agar bisa menjawab keluhan-keluhan masyarakat,” katanya.
Dia akhir, dia berharap, silaturahminya dengan warga Ngawi tak akan putus. Dia ingin masyarakat tetap mengingat kunjungannya di Ngawi. [fiq/beq]






