Tuban (beritajatim.com) – PT TPPI Tuban bekerjasama dengan Griya Ficus Tuban dan Dinas Lingkungan Hidup & Perhubungan (DLHP) Tuban melaksanakan tanam pohon ficus di Brubulan, Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Tuban, Jawa Timur, Sabtu (15/07/2023).
General Manager PT. TPPI (Trans Pacific Petrochemical Indotama) Tuban, Sugiyo mengatakan, untuk melestarikan lingkungan dan konservasi sumber mata air di Brubulan Desa Kesamben Plumpang ini, pihaknya menanam pohon jenis Ficus bersama Griya Ficus Tuban dan DLHP Tuban.
“Kenapa menanam pohon ficus, karena pohon tersebut tahan cuaca, tingkat keberhasilannya 70-80 persen hidup,” ucap Sugiyo.
Ia menambahkan, teknik penanaman pohon Ficus ini memakai infused water yang nantinya akan diserap oleh pohon, pada saat musim kemarau masih bisa bertahan.
“Jadi air tersebut dimasukkan ke dalam galon atau botol yang dibawahnya dikasih sumbu agar bisa menyerap kebawah, sifatnya dari pohon itu butuh air sedikit, sehari hanya 2 galon, tetapi pohon dapat menahan air 400 hingga 600 galon per hari,” paparnya.
Pria berkacamata ini juga menambahkan, PT. TPPI Tuban tidak hanya sekali ini saja melakukan penanaman pohon, sebelumnya telah dilaksanakan menanam pohon bersama Dinas Pendidikan Tuban terhadap sekolah-sekolah Adiwiyata. Adapun perusahaan telah menyumbangkan 1.000 pohon untuk sekolah Adiwiyata di Tuban dan Griya Ficus juga mendapatkan 1.000 pohon.
“Semoga ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat. Menanam itu penting, satu pohon sangat berarti, pohon bisa menghasilkan O² untuk menghidupi 2 orang, sehingga kami berharap 2 hingga 5 tahun ke depan debit air di sumber air Brubulan minimal bisa terjaga, syukur-syukur dapat bertambah,” harapnya.
Ditempat yang sama, Kepala DLHP Tuban, Bambang Irawan sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, terlebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Hal itu pun menjadi komitmen bagi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky untuk mendukung perusahaan industri yang konsen terhadap lingkungan.
“Ini adalah bentuk komitmen awal yang dilakukan perusahaan terhadap lingkungan. Tidak hanya seremonial aja. Apalagi RTH (Ruang Terbuka Hijau) kita belum optimal, sehingga RTH publik atau RTH privat terus diupayakan untuk keseimbangan alam,” tutur Bambang Irawan.
Kemudian, inisiator Griya Ficus Tuban Kharisma Yuda menjelaskan bahwa debit sumber mata air Brubulan di Desa Kesamben ini mengalami penurunan yakni berdasarkan indikator debit air di sungai dan di rumah warga.
“Yang kita tanam ini ada 200 bibit pohon ficus, sebab kawasan ini merupakan CAT (Cekungan Air Tanah) kawasan karst,” kata Kharisma Yuda.
BACA JUGA:
Banyak Sampah Plastik dan Pampers, Ratusan Personel Polres Tuban Bersihkan Pantai Boom
Menurut Kharisma hasil dari penelusurannya, di Desa Kesamben ada sedikitnya 5 titik sumber mata air. Namun, disebabkan terjadi alih fungsi lahan dan bekas tambang, debit air menjadi berkurang.
“Tak hanya itu, banyak warga yang sudah memakai PDAM yang bersumber dari sini, dan ini dipakai hampir seluruh warga desa, bahkan ada yang luar Desa juga mengandalkan sumber mata air ini,” tutup Kharisma. [ayu/but]
![TPPI Tuban Tanam Pohon Ficus di Kesamben General Manager PT. TPPI Tuban, Sugiyo dan Kepala DLHP Tuban saat menanam pohon ficus di Brubulan Desa Kesamben, Plumpang. [Foto: Diah Ayu/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/07/1-43.jpg)






