Jember (beritajatim.com) – Hanya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember yang didominasi komisioner perempuan di Jawa Timur. Dari lima komisioner, tiga orang adalah perempuan.
Semula komposisi Bawaslu Jember adalah tiga lelaki dan dua perempuan. Perubahan komposisi gender ini terjadi setelah Ayuningtyas Saptarini dilantik secara daring menjadi komisioner oleh Bawaslu RI, di kantor Bawaslu Jember, Jumat (14/7/2023).
Ayuningtyas menggantikan Ali Rahmad Yanuardi, komisioner yang mengundurkan diri karena mengikuti kontestasi pemilu legislatif, sampai 18 Agustus 2023. Dia menjabat komisioner Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat yang ditinggalkan Yanuardi.
“Itu posisi sementara, karena belum ditentukan apakah itu akan dilanjutkan saya atau ganti ke divisi lain,” kata Ayuningtyas kepada beritajatim.com.
Dengan masa kerja yang singkat, Ayuningtyas berjanji akan berupaya maksimal menggantikan tugas-tugas komisioner sebelumnya. “Penentuan DPT (Daftar Pemilih Tetap) sudah. Kami tinggal meneruskan kerja sebelumnya untuk pemantauan dan melakukan tindakan-tindakan pengawasan dan pencegahan,” katanya.
Alumnus Fakultas Hukum Universitas Jember ini mendapat kabar soal pergantian antarwaktu Bawaslu Jember dari Bawaslu Jatim pekan lalu. “Saya disurati Bawaslu RI untuk mengirimkan data dan curriculum vitae secara online. Kemudian saya dipanggil pada Kamis lalu ke Bawaslu Jatim untuk proses verifikasi data dan wawancara terbatas,” katanya.
Sebenarnya ada lima kandidat lainnya untuk menggantikan Yanuardi. Seorang kandidat meninggal dunia dan tiga orang lainnya tidak memenuhi undangan tersebut. Hanya Ayuningtyas yang datang dan mengikuti proses tersebut. “Verifikasi dilakukan Pak Totok Hariyono dari Bawaslu RI dan baru diumumkan Jumat pagi,” katanya.
Selain Ayuningtyas, dua orang perempuan yang menjadi komisioner adalah Devi Aulia Rahim di Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, dan Dwi Endah Prasetyowati di Divisi Penanganan Pelanggaran. Sementara itu posisi ketua dijabat Imam Thobrony Pusaka dan satu lagi komisioner adalah Andika A. Firmansyah. Semuanya alumnus Universitas Jember, kecuali Endah.
Devi menyambut gembira kehadiran Ayuningtyas. “Alhamdulillah kekosongan komisioner itu terisi. Terlebih lagi yang mengisi adalah perempuan, sehingga ada tiga srikandi di Bawaslu Jember. Insyallah Bawaslu kabupaten dan kota di Jatim yang srikandinya tiga orang hanya Bawaslu Jember,” katanya.
Devi berharap kehadiran Ayuningtyas bisa menambah semangat kinerja pengawasan, khususnya di akhir masa jabatan Bawaslu periode 2018-2023. “Divisi Mbak Ayuningtyas masih menunggu rapat pleno. Tapi kemungkinan besar karena itu waktunya tinggal dua bulan di akhir masa jabatan, sepertinya masih tetap (mengisi) divisi sebelumnya yang ditinggalkan komisioner yang mengundurkan. Namun untuk finalnya tetap ada di rapat pleno berlima,” katanya. [wir]






