Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Komisi D DPRD Jatim, dr Agung Mulyono mengapresiasi langkah gerak cepat (gercep) Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam menangani bencana alam di Lumajang, akibat banjir lahar dingin.
“Tentunya kami mengapresiasi tinggi untuk gercepnya Bu Gubernur dalam membantu penanganan dampak banjir lahar dingin di Lumajang,” katanya, Jumat (14/7/2023).
Politisi Demokrat ini mengatakan, pemprov telah mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) bidang kesehatan, Tagana serta berbagai bantuan logistik dan obat obatan ke lokasi bencana. “Berbagai bantuan yang disalurkan oleh BPBD Jatim ini antara lain berupa 2000 sandbag, 100 sembako, 10 cangkul, 10 sekop dan 1 Tim Reaksi Cepat (TRC),” jelas pria asal Banyuwangi ini.
Selain itu, lanjut Dokter Agung Mulyono, pemprov melalui Dinas Sosial juga menurunkan Tagana dan relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) sebanyak 135 personel. Mereka akan membantu pembersihan sejumlah titik yang terdampak longsor dan banjir lahar dingin di Kecamatan Pronojiwo, Kecamatan Tempursari dan Kecamatan Candipuro.
Baca Juga: Pertagas Salurkan Bantuan Logistik ke Korban Banjir Lumajang
Dinas Sosial, lanjut dia, juga mengirimkan bantuan berupa buffer stock untuk mengawali pelayanan dapur umum. Serta, peralatan tidur untuk 30 KK. Secara khusus, DP3AK Jatim mengirimkan pula tambahan bantuan berupa kelengkapan korban perempuan sebanyak 200 paket.
Presidium KAHMI Jatim ini menambahkan, di lapangan berdasarkan data BPBD Jatim, diperoleh penjelasan kondisi hujan yang terjadi di wilayah Gunung Semeru menyebabkan meningkatnya debit pada daerah Aliran Sungai Lahar Gunung Semeru. Sehingga, terjadi banjir lahar dingin yang menyebabkan beberapa jembatan penghubung desa terputus.
Beberapa jembatan putus tersebut yaitu Jembatan penghubung Desa Kloposawit dengan Desa Tumpeng di Kec. Candipuro, Jembatan penghubung Lumajang-Malang di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, dan Jembatan Kali Regoyo penghubung Desa Jugosari dengan Dusun Kebondeli Selatan di Kec. Candipuro. Selanjutnya,sambungnya Jembatan penghubung Desa Tumpeng dan Desa Nguter dan Jembatan Kalibaru Pronojiwo.
“Bu gubernur juga telah menginstruksikan Dinas PU Bina Marga Jatim untuk segera melakukan assessment dan menentukan tindak lanjut penanganan jembatan yang putus,” pungkas Bendahara Demokrat Jatim ini. (tok/*)






