Sidoarjo (beritajatim.com) – Dosen Tim Pengabdian Masyarakat Umsida (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo) melakukakan kegiatan peningkatan self awareness perempuan. Sasarannya adalah ibu-ibu rumah tangga di Desa Durung Banjar Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Pelaksanaan sejak bulan Juni sampai Juli 2023.
Tujuan pengabdian adalah knowledge sharing melalui penyuluhan tentang kebersihan dan dampaknya bagi lingkungan dan ekosistem. Para dosen memberi pendampingan dalam menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan limbah.
“Kegiatan knowledge sharing diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan dan dampaknya,” kata Ketua Tim Dr Vera, Kamis (13/7/2023).
Knowledge sharing yang dilakukan dengan metode penyuluhan dengan tahapan kegiatan observasi terkait beberapa permasalahan. “Terdiri dari mitra abdiamas, pengurusan ijin kegiatan, merancang kegiatan, kegiatan knowledge sharing dalam bentuk penyuluhan, video, dan diskusi,” tuturnya.
Salah satu anggota Tim Pengabdian kepada Masyarakat Wisnu P. Setiyono, Ph.D. menyatakan bahwa permasalahan limbah menjadi penting terutama saat musim hujan. “Dimana lingkungan sekitar Desa Durung Banjar, yaitu Sumokali, seringkali banjir yang disebabkan oleh sampah, limbah dan sungai yang dangkal,” ujarnya.

Kondisi itu dinilai dapat berakibat pada kondisi kesehatan, terutama balita. “Sebagai dampak dari banjir, kurangnya kebersihan dan minimnya pengolahan sampah yang berasal dari limbah khususnya limbah plastik dan nonorganik,” kata Wisnu.
Oleh karena itu, imbuh Wisnu, Tim Pengabdian Masyarakat Umsida tergerak untuk membantu memberikan solusi bagi permasalahan tersebut. “Kegiatan pemilahan sampah dan pengelolaan sampah berpotensi menjadi kegiatan bank sampah yang akan berdampak sebagai penambah pendapatana ibu-ibu rumah tangga Desa Durung Banjar,” jelas Wisnu.
BACA JUGA:
Pesan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor pada Wisudawan Umsida
Menurutnya, hasil pengabdian masyarakat ini menjadi kajian pada pertemuan berikutnya. Tahapan akan terus dilanjutkan dengan kesadaran dan kemampuan pentingnya mengolah libah menjadi produk ekonomis.
“Hasil kegiatan ini akan didokumentasikan dalam bentuk video kegiatan, prosiding pengabdian kepada masyarakat supaya dapat terpublikasi dan sebagai penambah pengetahuan masyarakat secara umum,” tutup Wisnu. [but]






