Malang (beritajatim.com) – Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi hasil pertanian, utamanya kopi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2022, luas perkebunan kopi di Indonesia sebesar 1,29 juta hektar are (ha) pada 2022.
Sementara, produksi kopi Indonesia mencapai 794,8 ribu ton pada 2022, meningkat sekitar 1,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Salah satu kawasan yang memproduksi kopi adalah wilayah Jawa Timur, yakni sebesar 45,8 ribu ton.
Berdasarkan data tersebut, artinya potensi produksi kopi di Indonesia terus bertambah setiap tahunnya. Tentunya, hal tersebut tak lepas dari peran petani kopi. Namun, petani-petani ini cenderung tak diperhatikan.
Menjawab tantangan tersebut, Anggri Sartika Wiguna tak ingin menutup mata dan ingin membantu petani. Untuk itu, pada tahun 2019, ia mulai membuat bisnis berbasis agritech.
“Mulanya, ingin membuat goals sebagai agritech yang kembangkan Internet of Things (IoT) untuk membantu mendeteksi lahan pertanian, infinity farming,” terang perempuan berkacamata ini.
Baca Juga: Agronesian Berdayakan 513 Petani Kopi Malang, Jadi Eksportir Terbesar se-Jawa Timur
Namun, seiring berjalannya waktu, Sartika terus melakukan riset untuk membantu petani.
“Setelah riset, ternyata kebutuhan petani bukan di teknologi. Namun, lebih kepada pemasaran hasil pertanian, akhirnya banting setir ke pemasaran,” kata perempuan yang akrab disapa Tika ini.

Kemudian, pada tahun 2020 hingga 2021, Tika akhirnya mengutamakan bisnis di bidang B2B untuk membantu petani.
“Saat ini, sudah ada 513 petani kopi dari wilayah Dampit, Arjuno, Bromo dan Ijen yang bergabung. Kami saling membantu, saya di hilir, petani di hulu. Setiap hari, petani ini update proses pembibitan hingga panen. Saya di bagian pemasarannya,” jelas dia.
Selama ini, Agronesian cukup getol melakukan pemasaran. Bahkan, produk biji kopi ini sudah berhasil di ekspor hingga negara UEA, Kanada, Singapore dan Malaysia.
“Dalam satu kali kirim, ukurannya MOQ, sekitar 1 MT (sekitar 1000 kg) sampai 20 MT, baik untuk jenis kopi robusta dan arabica,” kata perempuan yang juga Penasehat Kanal Ekspor Indonesia Regional Jawa Timur
Tak heran, baru-baru ini, startup tersebut mendapatkan predikat sebagai eksportir biji kopi terbanyak se-Jawa Timur. Tak hanya itu, Agronesian juga mendapat prestasi ECP PPEJP KEMERINDAG 2022 program dan Apresiasi pemprov Jatim & ECS Surabaya 2022.
===================
Konten Kerjsama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






