Kediri (beritajatim.com) – Desy Nurlailatul Khoiriyah, korban pembunuhan yang mayatnya dimasukkan karung di Kediri dikenal sebagai sosok pendiam dan suka mengaji.
Ketika mengenang kepergian Ela, begitu panggilan akrab gadis fotokopi asal Banggle, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri itu sang ibu tak kuat menahan kesedihan.
Mata Sulastri berkaca-kaca. Sesekali air mata tumpah dari kelopak mata perempuan 47 tahun itu sambil memegangi foto semasa hidup putri semata wayangnya.
Baca Juga : Ibu Mayat dalam Karung di Kediri Curigai Suami, Ini Alasannya
Selain dikenal pendiam, menurut Sulastri, Ela pandai mengaji. Itu yang terus membebani perasaan Sulastri untuk melepas kepergian putri tercinta untuk selama-lamanya.
Seolah Sulastri masih tak percaya Ela meninggal secara tragis. Mayatnya dibungkus ke dalam karung dibuang ke area sawah Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.
Bagi Sulastri, Ela adalah pribadi yang baik dan sopan. Di rumah ia tak banyak berbicara, apalagi bercerita dengan sang ibu terkait hal apapun. Termasuk hubungannya dengan sang ayah, SP yang kini menghilang.
Baca Juga : Update Mayat dalam Karung : Gadis Fotokopi Mati Karena Ini
“Tidak pernah cerita apa-apa,” kata Sulastri saat ditemui di rumah duka.
Sehari-hari Ela bekerja sebagai penjaga fotokopi di Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Dari rumah Maryono, kakek Ela terpaut jarak kurang lebih 3 km.
Sepulang kerja, tamatan SMK Negeri 1 Semen, Kabupaten Kediri itu menghabiskan waktunya untuk beristirahat. Tapi di sisi lain dia juga suka mengaji.
“Sudah khatam (Alquran) juga,” tambah Sulastri.
Baca Juga : Mayat dalam Karung di Kediri, Ibu Korban Beri Kesaksian
Tentu kepergian Ela untuk selama-lamanya ini membuat Sulastri kehilangan. Ditambah lagi suami yang sampai hari ini tidak tahu keberadaannya.
Sulastri juga kecewa terhadap sang suami yang diduga terlibat dalam kasus kematian putrinya ini. Dia masih belum percaya dengan prahara yang terjadi di rumah tangganya ini.
Sejak Kamis pagi, SP menghilang. Dia sempat memberi kabar jika berada di Lamongan untuk mencari pekerjaan untuk anaknya Ela.
Namun kabar itu tentu tidak benar. Sebab, Ela dipastikan meninggal dunia dan jenazahnya ditemukan di dalam karung.
Baca Juga : Identitas Mayat dalam Karung di Kediri Terungkap, Perempuan 20 Tahun
Sejak saat itu, SP tidak bisa dihubungi. Sulastri pun berharap polisi segera menemukan keberadaannya.
“Saya berharap polisi segera menemukannya,” tandas Sulastri. [nm/ted]






