Ngawi (beritajatim.com) – Terungkap, perempuan yang mengaku menemukan bayi di Ngawi rupanya adalah sang ibu bayi itu sendiri. Satreskrim Polres Ngawi telah mengkonfirmasi kebenaran tersebut. Perempuan 20 tahun berinisial AN itu rupanya malu karena melahirkan bayi di luar nikah.
Pengakuannya pada pihak penyidik, dia melahirkan sendiri tanpa dibantu siapa-siapa. Dia melahirkan di kamar mandi di rumahnya. Kemudian, dia menyembuyikan bayinya di rumah kosong dekat rumah kakeknya di Desa Klitik Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi.
Sebelumnya, AN bekerja di Surabaya sebagai buruh pabrik namun sudah pulang ke Ngawi sejak dua bulan terakhir. Namun, dia tak mengaku kalau dia hamil. Hingga saat melahirkan juga dilakukannya diam-diam tanpa meminta pertolongan siapapun.
AN tetap ingin merawat bayinya namun malu mengakui kebenarannya pada keluarga. Belum lagi jika kabar itu sampai ke tetangga, dia malu bukan main.
Hingga, dia pun merekayasa cerita tersebut. Dia bersekongkol dengan adik perempuannya. Pada Kamis (6/7/2023), sambil mengantar sang adik daftar ulang di salah satu SMK di Kecamatan/ Kabupaten Ngawi, AN menceritakan apa yang dialaminya pada sang adik.
Bahkan, saat mengantar sang adik, bayi perempuan itu digendongnya. Namun, dia tak pernah menurunkan bayi itu di kolong jembatan seperti apa yang diceritakan sebelumnya.
Dia hanya menggendong bayi itu ke area jalan di Desa Kandangan Kecamatan/Kabupaten Ngawi. Setelah mengantar sang adik, dia membawa bayi itu pulang ke rumah dan menceritakan skenario yang sudah direkayasa olehnya.
Usut punya usut, sebelumnya bayi itu disembunyikannya di rumah kosong tersebut sebelum dia merekayasa cerita itu. Saat ini polisi masih meminta keterangan kakek AN dan adik perempuannya.
“Jadi, saksi penemu bayi merekayasa cerita penemuan bayi karena malu dengan keluarga dan tetangga. Bayi memang di bawa saat menjemput adiknya tapi tidak dibuang. Sebelumnya bayi disimpan di rumah kosong setelah melahirkan sendiri di kamar mandi,” kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Agung Joko Haryono, Sabtu (8/7/2023)
Sampai kini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus rekayasa penemuan bayi. Sebelumnya Satuan Reserse dan Kriminal (Satreksrim) Polres Ngawi mencurigai AN (20), perempuan yang mengaku menemukan bayi di kolong jembatan dekat SMKN 2 Ngawi masuk Desa Kandangan, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Kamis (6/7/2023) pukul 16.30 WIB.
Perempuan warga Desa Klitik Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi itu diduga adalah sang ibu bayi. Diduga dia sengaja merekayasa cerita dan mengaku menemukan bayi. Namun, polisi masih belum mengetahui apa alasan AN merekayasa cerita itu.
Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Agung Joko Haryono mengatakan jika pihaknya mematahkan pernyataan AN yang mengaku menemukan bayi. Lantaran, dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, warga Kandangan tak ada yang tahu kejadian penemuan bayi itu.
“Namun, kami masih mendalami dugaan ini ya. Meski begitu, kami tetap membawa saudari A ini ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Kami menduga jika saudari A ini adalah ibu kandung bayi tersebut,” kata Agung, Jumat (7/7/2023).
Saat ini pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi termasuk AN sendiri. Pihaknya bakal segera mengumumkan perkembangan terkait kejadian tersebut.
Sebelumnya diberitakan, seorang perempuan berinisial AN (20) asal Desa Klitik Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mengaku menemukan bayi di kolong jembatan dekat SMKN 2 Ngawi masuk Desa Kandangan Kecamatan/Kabupaten Ngawi pada Kamis (6/7/2023) pukul 16.30 Wib.
AN mengaku jika saat mengantar adiknya daftar ulang ke SMKN 2 Ngawi itu dia menemukan bayi. Dia menceritakan jika dia mendengar suara bayi di bawah kolong jembatan dan langsung membawanya pulang.
Kepada keluarga, AN mengaku menemukan bayi di Desa Kandangan dan langsung membawa bayi itu ke rumahnya di Desa Klitik. Keluarga yang terkejut pun melaporkan kejadian itu pada polisi.
Pun, AN diduga merekayasa cerita penemuan bayi itu lantaran Kades Kandangan Pariyanta membantah adanya penemuan bayi di wilayahnya.
“Kabar penemuan bayi disini mengagetkan warga juga kami selaku kepala desa. Karena tidak ada warga satupun yang tahu kejadiannya. Kalau kabar yang beredar, katanya ditemukan di kolong jembatan, tapi gak ada apa-apa. Kalau ada yang menemukan bayi di situ, tentu kami juga pasti dilapori,” kata Pariyanta, Jumat (7/7/2023)
Pariyanta mengatakan, pihaknya sempat menanyakan perihal temuan bayi itu ke polisi. Apakah benar ditemukan di wilayahnya. Namun, polisi juga masih belum bisa memastikan apakah benar ditemukan di kolong jembatan itu atau bukan.
Polisi pun mengusut kabar tersebut. Bayi yang sudah berada di rumah AN dibawa ke RSUD dr Soeroto untuk dirawat. Bayi itu berjeniskelamin perempuan dengan berat 2,9 kilogram dan panjang 48 centimeter. Saat diperiksa dokter, bayi itu diduga sudah sempat dirawat mandiri selama dua hari.
“Mengalami dehidrasi dan kekurangan cairan bayi diduga sempat dirawat satu sampai dua hari jenis kelamin perempuan,” kata dr Meilita Dwiastuti, dokter spesialis anak RSUD dr Soeroto Ngawi.
Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera mengatakan jika pihaknya memang menerima laporan terkait kabar penemuan bayi oleh AN. Pihaknya yang mendapatkan laporan itu langsung mendatangi rumah AN, dan bayi memang sudah di rumah AN. Pihaknya kemudian membawa bayi itu ke RSUD dr Soeroto.
“Kami pastikan kondisi bayi ini ya. Bayi ini mengalami infeksi, karena memotong tali pusarnya asal-asalan. Untuk pelakunya masih kami dalami ya. Kami masih periksa saksi,” kata Dwiasi saat mengunjungi bayi tersebut di RSUD dr Soeroto Ngawi. Saat ini polisi masih memintai keterangan AN selaku yang menemukan bayi. [fiq/kun]
BACA JUGA:






