Surabaya (beritajatim.com) – Tim UK Petra Surabaya punya cara tersendiri untuk mengenalkan Kampung Oase Ondomohen, Surabaya kepada masyarakat. Yakni, dengan membuat buku saku berisi seputar destinasi wisata tersebut.
Tak diragukan lagi bahwa destinasi wisata di Indonesia seolah tak ada habisnya. Banyak lokasi yang bisa dikunjungi mulai dari pantai, gunung, pedesaan, hingga perkotaan. Pun di Surabaya, di tiap sudutnya memiliki spot menarik untuk disinggahi.
Nah, salah satu lokasi yang patut dicoba adalah Kampung Oase Ondomohen. Lokasinya, berada persis di seberang wisata kuliner Sate Ondomohen di kawasan Ketabang, Genteng, Surabaya. Ketika menapakkan kaki di lokasi itu, kita akan merasakan kesegaran baru dari hiruk pikuknya Kota Surabaya.
Rimbunnya pohon di pinggir jalan, hingga budidaya tanaman hidroponik tak putus mengiringi langkah demi langkah. Tentunya hal itu dapat memanjakan mata ketika baru pertama kali mengunjunginya.
Tak hanya itu saja, beragam aktivitas juga bisa dilakukan pengunjung, mulai dari budidaya tanaman hidroponik, pembuatan briket arang, hingga daur ulang sampah. Hanya saja, kekayaan destinasi wisata itu tidak akan berjalan maksimal jika tidak didukung sarana promosi dan sistem yang tertata.
Untuk menjawab itu, tim pengabdian masyarakat dari UK Petra Surabaya yang terdiri dari dosen dan mahasiswa membuat sebuah buku saku berisi profil kampung, paket wisata, lengkap dengan jenis kegiatannya yang bisa dieksplorasi.
Tim tersebut beranggotakan Dosen Creative Tourism Devi Destiani Andilas, Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) Vanessa Yusuf, Kepala Bidang Kajian Pendampingan Masyarakat LPPM Poedi Soenarjo Wartono, serta sejumlah mahasiswa.
Mereka mendesain buku saku menjadi lipatan bolak-balik. Itu agar masyarakat mudah menerima informasi di dalamnya. Desain tersebut juga lebih efisien untuk pencetakan. Ukuran buku saku dirancang untuk mudah dibawa, dibagikan, dan disimpan, namun tetap jelas untuk dibaca.
Desain tata letak pun dibuat minimalis dan clean, kemudian palet warna yang digunakan yaitu nuansa krem, hijau, coklat, kuning, untuk memunculkan kesan natural atau alami, dan sejuk sesuai dengan penamaan Oase.
Penggunaan foto-foto baik sebagai background maupun gambar contoh kegiatan, dapat membuat pembaca semakin mendapat gambaran utuh tentang daya tarik dari Kampung Oase Ondomohen.
Devi menjelaskan, kebutuhan ini berangkat dari permasalahan yang dialami pengelola. Jadi, selama ini di sana tidak ada standarisasi biaya wisata. Sehingga kerap kali ada rombongan yang hendak berkunjung, hanya dilayani dengan customize.
“Sehingga tidak jarang untuk biayapun ditekan seminimal mungkin berdasarkan permintaan rombongan. Lalu mereka tidak ada media visual yang jadi pegangan bagi pengunjung yang datang. Ini menyebabkan pengelola harus memberikan penjelasan secara verbal dan itu cukup menguras tenaga,” beber Devi ditulis Sabtu (8/7/2023).
Devi menambahkan, dalam paket wisata, salah satu target pasar yang potensial berkunjung ialah siswa. “Market potensial yang bisa disasar adalah sekolah. Murid setiap tahun pasti berganti, sehingga yang berkunjung tidak berhenti dan tidak pernah habis,” terangnya.
Karena itulah, pada Juni 2023 lalu, tim pengabdian masyarakat UK Petra menyerahkan sebanyak 1.000 eksemplar buku saku kepada warga setempat. Hal itu disambut baik oleh warga karena adanya buku ini bisa menjadi sarana promosi Kampung Oase Ondomohen. [ipl/kun]
BACA JUGA:






