Blitar (beritajatim.com) – Sudah 1 pekan video penembakan burung Pelikan di Bendungan Jegu Kecamatan Talun Kabupaten Blitar viral di media sosial. Tidak hanya masyarakat awam, video penembakan itu ternyata sampai ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kediri.
Kepala BKSDA resort Blitar Joko Dwiyono menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian terkait penembakan burung Pelikan tersebut. Hal itu dilakukan lantaran burung Pelikan masuk dalam kategori satwa dilindungi.
Pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan dan pencarian pelaku penembakan burung Pelikan di Bendungan Jegu itu, ke Polres Blitar.
“Saya juga tahunya dari video di Facebook itu, terus saya juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, karena kalau penyelidikan bukan ranah kami,” kata Joko, Jumat (07/07/23).
BKSDA Kediri juga melakukan analisis terhadap video viral tersebut. Menurutnya dari video itu terlihat bahwa burung yang ditembak itu merupakan jenis Pelikan (Pelecanus conspicillatuas) atau burung undan.
Burung Pelikan ini merupakan satwa endemik Benua Australia yang hidup secara berkoloni atau berkelompok. Namun dari video yang viral tersebut nampak hanya ada seekor burung Pelikan saja.
BKSDA pun menduga burung yang ditembak di Bendungan Jegu Kabupaten Blitar itu sedang terpisah dari kelompoknya.
“Kemungkinan yang diburu itu terpisah dari kelompoknya,” ucap Joko.
Baca Juga: Video Viral Warga Tembak Burung Dilindungi di PLTA Jegu Blitar
Lebih lanjut BKSDA Kediri menjelaskan bahwa dimungkinkan burung Pelikan itu sedang melakukan migrasi dari wilayah asalnya Australia. Perubahan suhu dari hangat menjadi dingin diduga menjadi pemicu migrasi burung Pelecanus conspicillatuas atau yang akrab disebut Pelikan tersebut.
Burung yang identik dengan leher panjang serta badan yang berukuran besar ini memang setiap tahunnya melakukan migrasi ke tempat yang lebih hangat atau ramah. Dari analisis BKSDA pulau Jawa merupakan salah satu tempat yang biasa dijadikan lokasi migrasi oleh burung endemik Australia itu.
“Burung pelikan memang menyukai cuaca yang hangat. Di habitat alaminya kemungkinan sedang cukup dingin. Dan salah satu tujuan migrasi memang di Pulau Jawa,” jelasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”burung”]
Sementara itu, pihak kepolisian resor Talun mengatakan saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai penembakan burung yang dilindungi tersebut. Polsek Talun Blitar masih mendalami video viral penembakan burung pelikan itu.
“Masih kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” ucap singkat Kapolsek Talun, Iptu Indrayana.
Polsek Talun Kabupaten Blitar pun mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui aksi penembakan burung Pelikan itu untuk memberikan informasi kepada kepolisian. Diharapkan dengan begitu proses pengungkapan pelaku penembakan burung Pelikan di Bandungan Jegu bisa segera terungkap. (owi/ted)






