Surabaya (beritajatim.com) – Polsek Simokerto berhasil menangkap dua bandit curanmor hanya dalam waktu sekitar 1 jam. Penangkapan dilakukan saat bandit hendak kabur ke Madura, Kamis (06/07/2023), pukul 03.20 dini hari. Dua bandit curanmor yang identitasnya masih dirahasiakan tersebut melakukan aksi pencurian di Jalan Ngagel, Surabaya sekitar pukul 02.15 dini hari.
Kapolsek Simokerto, Kompol Dwi Nugroho mengatakan jika penangkapan terhadap dua bandit curanmor itu dilakukan usai pihaknya menerima informasi dari command center 110 adanya pencurian di Jalan Ngagel.
Dalam laporan tersebut disebutkan jika pelaku menggunakan motor sarana dan Honda Vario L 5390 LF hasil curian milik seorang satpam bernama Andre Nurcahyo. Anggota Polsek yang berada di Rayon 1 dan 2 yang menerima informasi langsung melaksanakan patroli.
“Jadi disinyalir pelaku akan melarikan sepeda motornya ke arah Madura lewat Jembatan Suramadu. Sehingga kami yang ada di Rayon 1 dan 2 segera melakukan patroli,” ujar Dwi Nugroho ketika dikonfirmasi Beritajatim.com, Kamis (06/07/2023) sore.
Anggota Polsek Simokerto yang melakukan patroli menemukan indikasi pelaku kabur ke kampung Seng jalan Sidodadi. Saat dihampiri, petugas menemukan jika motor curian Honda Vario warna putih yang dilaporkan command center berada di salah satu halaman rumah. Petugas pun langsung melakukan penggerebekan dan mengamankan kedua pelaku.
“Dua pelaku sempat mengganti plat nomor agar tidak diketahui,” imbuh Dwi Nugroho.
Dari pengakuan kedua pelaku, mereka sengaja rehat di sebuah rumah di jalan Kampung Seng untuk menghindari patroli petugas kepolisian. Mereka berniat menyebrangi jembatan Suramadu ketika matahari sudah terbit. Namun, sebelum matahari terbit, kedua pelaku telah diamankan terlebih dahulu oleh anggota Polsek Simokerto.
“Alhamdulillah sudah ketemu walaupun tidak sampai satu jam. Untuk kedua pelaku masih kami lakukan penyelidikan,” tegas Dwi Nugroho.
Saat ini, korban dari aksi curanmor di jalan Ngagel itu telah mengetahui motornya ditemukan. Dwi Nugroho mengaku telah menghubungi pihak korban dan memastikan data-data yang ada pada motor hasil curian itu. Namun, untuk sementara, sepeda motor masih dijadikan barang bukti untuk menjerat kedua pelaku.
“Nanti kita kembalikan. Sekarang masih proses penyelidikan,” pungkas Dwi Nugroho.
Sementara itu, Korban Andre Nurcahyo mengucapkan terimakasih kepada anggota Polsek Simokerto yang telah menemukan motornya dengan cepat. Ia merasa senang lantaran motor yang dicuri adalah satu-satunya benda berharga yang ia punya.
“Saya mengucapkan terimakasih. Tadi pas dikabari di Polsek Simokerto juga saya dilayani dengan baik. Alhamdulillah ini masih rejeki saya,” tutur Andre. [ang/but]
BACA JUGA:






