Malang (beritajatim.com) – SMP Al-Lathifi Gondanglegi, Kabupaten Malang, menggelar In House Training (IHT), Kamis (6/7/2023). Kegiatan ini sebagai implementasi semangat belajar dalam Merdeka Kurikulum yang menghadirkan Pelajar Pancasila.
IHT merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yakni PSP Sekolah Penggerak Angkatan ke 3. IHT juga menjadi ajang pelatihan internal sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Pendidik dan Tenaga Pendidik.
SMP Al Lathifi memilih tema pelatihan yang relevan dengan perkembangan pendidikan saat ini. Sementara materi IHT, difokuskan pada Implementasi Kurikulum Merdeka dalam membentuk profil pelajar Pancasila yang memiliki semangat “Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar”.
Hadir membuka IHT yakni Siti Umasitah selaku pengawas sekolah dan M. Luqman Hakim selaku Kepala Sekolah SMP Al Lathifi Gondanglegi.
“Pentingnya upaya kolektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut. SMP Al Lathifi juga berkomitmen melahirkan generasi pelajar yang memiliki kompetensi tinggi dalam Pancasila dan semangat belajar yang mandiri. Implementasi Kurikulum Merdeka menjadi salah satu langkah strategis dalam mencapai tujuan tersebut,” kata Siti Umasitah.
Sementara itu, Kepala Sekolah Luqman Hakim menjelaskan tujuan dari IHT. “Melalui pelatihan ini, kami ingin memperkuat pemahaman dan keterampilan Pendidik dan Tenaga Pendidik dalam mengaplikasikan Kurikulum Merdeka. Kami percaya bahwa dengan pembelajaran yang berbasis Pancasila dan memberikan kebebasan kepada siswa, mereka dapat tumbuh menjadi individu yang memiliki integritas, kreativitas, dan semangat kepemimpinan,” tegas Luqman.
Luqman menerangkan, pendidik dan tenaga pendidik SMP Al Lathifi akan mendapatkan berbagai materi dan workshop yang terkait dengan pelaksanaan Kurikulum Merdeka.
Mereka akan dibekali dengan pengetahuan tentang pendekatan-pendekatan baru dalam pembelajaran, penggunaan teknologi, serta strategi pengembangan karakter siswa.
“Para peserta IHT dapat berbagi pengalaman dan best practice dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di ruang kelas. Diskusi dan kolaborasi antar sesama guru menjadi bagian penting dari pelatihan ini, karena hal tersebut dapat memperkaya wawasan dan keterampilan mereka dalam mengajar,” sambung Luqman.
IHT tambah Luqman, akan berlangsung selama enam hari dengan berbagai kegiatan yang melibatkan semua peserta. Pelatihan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan kualitas pembelelajaran di SMP Al Lathifi Gondanglegi.
Luqman menambahkan, pihaknya berharap pendidik dan tenaga pendidik dapat mengaplikasikan secara optimal materi yang telah mereka pelajari selama pelatihan. Melalui Implementasi Kurikulum Merdeka, sekolah dapat menghasilkan generasi pelajar yang memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang sesuai dengan semangat Pancasila.
“IHT merupakan momentum penting bagi Pendidik dan Tenaga Pendidik kami untuk terus berkembang dan berinovasi dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan. Kami percaya bahwa melalui kerja sama dan komitmen bersama, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan membawa perubahan positif bagi siswa kita,” ujarnya.
Masih kata Luqman, melalui IHT yang difokuskan pada Implementasi Kurikulum Merdeka, diharapkan sekolah ini mampu menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, inovatif, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. [yog/but]
BACA JUGA:






