Sumenep (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa tidak dapat menyembunyikan kekagumannya terhadap Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Baginya, Pulau Giliyang merupakan anugerah Allah yang luar biasa untuk Sumenep, Madura, Jawa Timur, dan Indonesia.
“Di Pulau Giliyang ini tingkat kemurnian oksigennya terbaik kedua di dunia setelah Yordania. Jadi sangat cocok untuk wisata kesehatan. Di Pulau Giliyang ini banyak yang awet muda, panjang umur, karena menghirup oksigen dengan kemurnian terbaik,” katanya.
Khofifah mengunjungi Pulau Giliyang untuk meresmikan Pelabuhan Dungkek dan Pelabuhan Giliyang pada Selasa (04/07/2023). Saat mengunjungi Pulau Giliyang, Khofifah pun menyempatkan diri untuk menjelajah Gua Mahakarya di Dusun Ra’as Timur, Desa Banraas. Gua alami hasil karya semesta ini menghadirkan pesona bebatuan stalaktit dan stalagmit yang unik dan indah.
“Pintu masuknya sudah memberi rasa, harus menundukkan kepala hingga sembilan puluh derajat. Begitu masuk ke dalam, Subhanallah… indah sekali. Bagi yang menyukai aktivitas menjelajahi perut bumi, sayang sekali kalau melewatkan untuk datang ke gua ini,” tuturnya.
Gua Mahakarya ini memiliki luas 800 meter persegi dengan lima pintu ruang di dalamnya. Gua ini menyajikan pemandangan batu kaca yang elok serta percikan air yang dipercaya masyarakat setempat khasiat yang bisa membuat awet muda. Gua Mahakarya dikenal dengan nama Gua ‘Celeng’ (babi: red), karena dahulu, gua tersebut menjadi tempat persembunyian hewan celeng atau babi hutan.
“Selain kadar oksigen yang bagus, kemudian gua yang indah, Pulau Giliyang ini juga punya ‘Betoh Cangge’ atau Batu Canggah. Ini destinasi wisata yang lumayan menguji adrenalin. Tapi sesampainya disini maka semua itu terbayar dengan pemandangan luar biasa. Ayo wisata ke Pulau Gili Iyang,” ajak Khofifah.
Lebih lanjut Khofifah mengaku bangga, Jawa Timur memiliki destinasi wisata kelas dunia yang tidak dimiliki negara lain. Selain Pulau Giliyang, di Kabupaten Banyuwangi ada Kawah Ijen yang merupakan danau air asam terbesar di dunia. Ditambah adanya fenomena ‘blue fire’ yang hanya ada dua di dunia, yaitu di Islandia dan Kawah Ijen.
Selain itu, juga ada Gunung Bromo. Wisatawan bisa menikmati pemandangan alam berupa kawah Bromo, dilengkapi dengan kawasan pegunungan dan perbukitan, serta hamparan padang savana yang indah.
“Nah, potensi-potensi luar biasa ini harusnya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendatangkan banyak pendapatan bagi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Khofifah.
Ia berharap agar pemerintah daerah kreatif dalam menjadikan destinasi wisata tersebut semakin menarik dan tidak membosankan. Upaya kolaborasi dengan berbagai pihak seperti akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas perlu dilakukan.
“Termasuk mempromosikan destinasi tersebut melalui pelaksanaan even. Selain itu, kapasitas SDM pariwisata ini juga harus ditingkatkan agar tidak kaget saat tiba-tiba dibanjiri wisatawan dalam dan luar negeri,” ucapnya.
Ia menambahkan, sektor pariwisata memiliki ‘multiplier effect’ yang cukup besar, karena bisa membangkitkan ekonomi berkali-kali lipat. “Karena itu saya berharap Pemerintah Daerah memperbanyak even-even pariwisata guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Kalau ini dilakukan, maka akan mampu menggerakkan roda perekonomian lebih kencang lagi,” tukasnya. (tem/kun)
BACA JUGA:






