Surabaya (beritajatim.com) – Direktur Indonesia Institute, Vicki Richardson telah jatuh hati pada Jawa Timur. Ia rela mengabdi menjadi relawan pendidikan selama 40 tahun lamanya di Indonesia.
Rasa cintanya yang besar terhadap Jawa Timur menjadi salah satu alasannya untuk mengajar anak-anak dengan tangan terbuka.
Bahkan, wanita asal Australia ini juga mengajak 12 guru lainnya dari Australia untuk mengajar di Jawa Timur.
“Saya akan bawa rombongan 12 guru di sini. Mereka akan masuk SMK 1 dan SMK 2 Buduran,” tutur Vicki saat diwawancarai tim Beritajatim.com, Selasa (4/7/2023).
Sejumlah guru dari Australia ini akan berkolaborasi bersama para guru yang ada di sana untuk mengajar. Keahlian yang dimiliki oleh relawan asal Australia ini juga beragam.
BACA JUGA: Daftar SMK Negeri Terbaik di Surabaya yang Sudah Terakreditasi A
“Semuanya punya hati sosial, jadi nanti ada guru bahasa Inggris dan melukis. Ada yang guru fisika. Jadi, akan banyak guru berprestasi yang akan datang ke sini,” lanjut Vicki.
Selain mengajar SMK, Vicki juga menjelaskan bahwa dirinya juga mengajak salah satu guru yang akan mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB).
“Ada satu lagi guru spesial. Dia akan mengajar khusus anak tuna rungu di SLB Surabaya,” tandasnya.
Rombongan guru tersebut, kata Vicki, akan tiba di Bali pada tanggal 23 September. Rencananya, mereka akan menginap terlebih dahulu di Bali selama satu malam.
Lebih dari itu, Vicki mengaku bahwa dirinya saat ini lebih fokus pada pendidikan di Jawa Timur. Sebab, dia merasa senang dengan orang-orang Jawa Timur.
BACA JUGA: Mahasantri dari 35 Provinsi Ramaikan MQKN 2023 di Lamongan
“Saya cinta Jawa Timur, khususnya dengan Surabaya. Orang Surabaya di sini jujur. Mereka bisa bilang tidak. Saya sangat percaya dengan orang Surabaya,” ujarnya sambil tersenyum.
Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa pemandangan di Jawa Timur semakin lama semakin baik. Hal ini membuatnya semakin antusias untuk memperkenalkan Jawa Timur.
“Pemandangan di Trawas, Tretes, Bromo, Banyuwangi semakin baik. Jadi, saya suka mempromosikan Jatim di Australia,” pungkasnya. (nap)






