Malang(beritajatim.com) – Pasca mundurnya Gilang Widya Pramana dari jabatan presiden klub Arema FC. Muncul pertanyaan soal nasib bus Jenggala yang selama ini menjadi kendaraan operasional tim dalam menjalani kompetisi.
Kini desas-desus kabar soal bus menemui titik terang. Gilang yang dikenal sebagai Juragan99 itu menghibahkan bus Jenggala ke manajemen Arema FC. Secara simbolis komisaris J99 Corp Sidik Widjanarko menyerahkan bus tim kepada manajemen Arema FC di Kantor Arema FC pada, Selasa (4/7/2023) kemarin.
“Kita serahkan sepenuhnya, kini tanggung jawab pada Arema FC,” ujar Sidik, yang merupakan ayah dari Gilang Widya Pramana.
Sidik juga menegaskan, bahwa J99 Corp akan tetap memberikan dukungan pada Arema FC. Sebab sampai saat ini putranya masih memiliki saham 15 persen di PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI).
“Tetap support untuk Arema FC. Saham Gilang masih 15 persen. Kami support disitu,” imbuh Sidik.
Baca Juga: Bus Arema FC Diserang, Manajemen Minta Suporter Lebih Dewasa
Sementara general manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi mengaku senang dengan pemberian bus ini. Hibah bus tim katanya bisa membantu operasional tim dalam mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2023-2024.
“Kami sampaikan terimakasih kepada Mas Gilang dan J99 Corp yang terus memberikan dukungan dan tidak pernah berhenti untuk mencintai Arema FC,” ujar Yusrinal.
Pria yang akrab disapa Inal ini mengatakan, Arema FC membutuhkan banyak dukungan untuk melangkah. Sebab, hal ini berkaitan erat dengan motivasi seluruh awak tim untuk menjalani kompetisi.
Terlebih saat ini Arema FC terpaksa harus bermarkas di luar Malang yakni Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Sebab Stadion Kanjuruhan masih direnovasi dan masih menunggu kesiapan Stadion Gajayana untuk bisa digunakan sebagai home base.
“Kami rasa ini sangat berarti. Pasca Tragedi Kanjuruhan Arema FC membutuhkan banyak dukungan. Dukungan dari mas Gilang ini adalah sebuah motivasi besar bagi kami, artinya kami yakin bahwa banyak yang ingin Arema FC kembali bangkit dan berprestasi di sepak bola Indonesia,” ujar Inal. (luc/ted)






