Surabaya (beritajatim.com) – Usai melakukan serangkaian penyelidikan, pelaku penusukan di Jalan Kunti Surabaya mengaku jika ia marah dan kesal karena tidak diberi uang oleh ibunya. Pelaku mengaku meminta uang 50 ribu sebelum akhirnya berkelahi dengan Faisal.
Dihadapan awak media, SL (35) mengaku saat itu uang yang diminta dari ibunya berinisial K akan digunakan untuk jajan anaknya. SL memang meminta langsung kepada K karena hanya ibu kandungnya itu yang bekerja. Karena tak dituruti, SL akhirnya membentak ibu kandungnya sendiri dengan kalimat makian. “Saya minta, tapi ga dikasih sama ibu. Alasannya saat itu ibu ga punya uang,” ujar SL dengan wajah tertunduk, Selasa (04/07/2023).
Makian kasar terhadap ibu kandungnya yang membuat Faisal datang ke rumah usai Sholat Subuh di mushola sebelah rumahnya. Saat itu, menurut SL, Faisal langsung memarahi SL dan menyeret keluar. Tak terima dimarahi dan diseret, SL mengeluarkan pisau berukuran 21 cm yang sudah dibawa oleh tersangka ketika meminta uang kepada ibunya. Tersangka lantas melakukan penusukan hingga dua kali di bagian perut Faisal.
Usai Faisal terkapar berlumuran darah, Harianto, keponakan dari SL lantas membantu agar SL tenang dan mau memberikan pisaunya. Namun, SL malah melakukan penusukan kepada Harianto di bagian perut dan dada. Harianto dan Faisal lantas terkapar di depan rumah Jalan Kunti. Karena diteriaki oleh Maya yang juga tinggal di rumah tersebut, SL melarikan diri sembari membawa pisaunya.
“Pelaku sempat kabur ke beberapa titik di Surabaya sebelum ditangkap di Jalan Pesapen. Kami juga berhasil mengamankan pisau dapur yang sempat disembunyikan pelaku,” tutur Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Arief Ryzki Wicaksana.
Saat ini, petugas kepolisian belum bisa memastikan kondisi kejiwaan dari SL. Walaupun keluarga mengaku SL telah bolak balik Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Surabaya, namun keluarga tidak mempunyai rekaman medis. Petugas kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan jiwa dari saksi ahli.
“Kita masih tunggu hasil pemeriksaan. Saat ini belum bisa dipastikan. Namun, dari keterangan keluarga SL memang sering cekcok perkara uang,” imbuh Arief.
Dari data kepolisian, SL pernah ditahan karena kasus penyalahgunaan narkotika pada tahun 2006. Namun, tersangka SL mengaku jika uang yang selama ini diminta kepada ibunya untuk keperluan istri dan anak. Ia mengaku kepada petugas polisi telah berhenti menggunakan narkoba setelah bebas dari lapas.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka SL dijerat dengan pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman pidana kurungan penjara maksimal 7 tahun.
Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, Jalan Kunti Surabaya berdarah, seorang kakak berinisial SA tega menusuk adiknya sendiri hingga tewas, Rabu (28/06/2023) pukul 04.45 pagi.
Kapolsek Semampir, Kompol Nur Zuhud mengatakan jika korban adalah Muhammad Faisal (25). Dari keterangan saksi-saksi, saat itu terlihat jika SA dan Faisal saling cekcok adu mulut di dekat Mushola. “Dari keterangan saksi awalnya karena SA meminta uang kepada Kiptiyah, ibu korban dan pelaku,” ujar Nur Zuhud, Jumat (30/06/2023).
Karena tak kunjung diberikan uang, SA mengamuk. Ia mengeluarkan kata-kata umpatan yang membuat Muhammad Faisal lantas membela ibunya. Tak terima mendapatkan perlawanan, SA mengambil pisau di dapur dan langsung menusukan kepada Faisal.
Melihat Faisal ditusuk, Harianto (19) saksi lainnya ingin memisah dan menyelamatkan Faisal. Namun, Harianto juga terkena tusukan. “Dua orang yang kena tusukan. Dua korban lantas dibawa ke RS Soewandi. Namun, Korban atas Nama Faisal tidak dapat diselamatkan,” imbuh Zuhud. (ang/kun)
BACA JUGA:






