Gresik (beritajatim.com) – Pelaksanaan ibadah haji sudah berjalan hampir satu bulan. Ada ribuan jamaah asal Indonesia termasuk Kabupaten Gresik yang saat ini sedang melaksanakan rangkaian ibadah mulai wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit dan lempar jumrah di Mina hingga thawaf ifadha di Mekkah.
Berdasarkan data Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Gresik, ada 2.051 jamaah. Dengan Rincian jamaah haji lunas sebanyak 2.103 jamaah, mutasi masuk sebanyak 30 jamaah, dan mutasi keluar sebanyak 82 jamaah.
“Dari total 2.051 jamaah asal Gresik, sekitar 15 persen merupakan berisiko tinggi karena usianya sudah di atas 75 tahun serta memiliki penyakit kronis,” ujar Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani saat melaksanakan ibadah haji, Senin (3/7/2023).
Bupati milenial itu menambahkan, dari laporan yang masuk ke dirinya jamaah haji asal Gresik selama di Madinah dan Makkah. Jamaah berisiko tinggi mendapat pendampingan ketat dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)
maupum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) masing-masing.
“Para jamaah lansia juga nurut saat diarahkan untuk tidak keluar pemondokan siang harii karena cuaca terik. Serta jarak ke Masjidil Haram yang cukup jauh bila dengan jalan kaki sekira 2,5 hingga 3 kilometer,” imbuhnya.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menyatakan dirinya terus melakukan komunikasi intens dengan para jemaah asal Gresik untuk memantau keadaan dan kondisinya.
“Setiap kali bertanya tentang pelayanan, jamaah sudah cukup baik, hotelnya bagus, pelayanan kesehatan bagus, makananya juga lumayan,” ungkapnya.
Baca Juga: Jamaah Haji Gresik Diminta Cek Barang Bawaan Sebelum Berangkat ke Tanah Suci
Bupati yang akrab dipanggil Gus Yani tersebut menjelaskan meski jarak hotelnya jauh di sektor 6 wilayah Sisyah Aziziah. Namun, tidak alasan bagi jemaah haji Gresik untuk tidak ke Masjid Al Harram karena ada layanan bus shalawatnya 24 jam.
“Alhamdulillah pelayanan haji terus mengalami peningkatan. Baik dari pemondokan hingga makanan. Perbaikan layanan bahkan tidak hanya dia rasakan saat di Tanah Suci. Perubahan signifikan juga sudah terjadi sejak awal proses pemberangkatan haji dari embarkasi,” pungkasnya. (dny/ted)






