Makkah (beritajatim.com) – Seluruh jemaah haji Indonesia sudah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Hal ini sekaligus menandai berakhirnya tahapan atau fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, Mina (Armina).
Berdasarkan data dari laman resmi Kemenag, selama fase puncak haji, ada 112 jemaah yang meninggal. Rinciannya, di Arafah 14 orang, Mina sebanyak 58 orang, Makkah tercatat 39 orang, dan Madinah yang meninggal 1 orang.
“Baik yang meninggal di Makkah maupun Madinah, sudah menjalani wukuf. Baik dengan skema badal maupun safari wukuf,” terang Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief di Makkah, sebagaimana dikutip dari laman Kemenag.go.id, Sabtu (1/7/2023)
Hilman menambahkan, sebelum puncak haji, tercatat ada 154 jemaah yang wafat. Sebanyak 10 jemaah wafat di Tanah Air, 143 wafat di Arab Saudi, 1 jemaah haji khusus. “Mereka semua sudah dibadalhajikan,” tambahnya.
Sementara itu, pemulangan jemaah haji dari Mina menuju Makkah berlangsung dua hari. Yakni 12 dan 13 Zulhijah 1444 H. Lebih dari 156 ribu jemaah (74%) haji Indonesia mengambil pilihan Nafar Awal, kembali dari Mina pada 12 Zulhijah. Sebanyak 26% lainnya, mengambil pilihan Nafar Tsani, kembali dari Mina pada 13 Zulhijah.
“Seluruh jemaah haji Indonesia sudah diberangkatkan dari Mina menuju hotel mereka masing-masing di Makkah. Ini sekaligus mengakhiri fase puncak haji di Armina,” kata Hilman menegaskan.
Hilman Latief mengatakan, dari 209.782 jemaah haji reguler yang tiba di Tanah Suci, sebanyak 198.373 orang menjalani Haji Tamattu’, 3.233 orang dengan Haji Ifrad, sedang 31 orang lainnya dengan Qiran.
BACA JUGA:
Total Jemaah Haji Indonesia 209.782 Orang, 61.536 Diantaranya CJH Lansia
Tahun ini, kata Hilman, ada dua kelompok safari wukuf. Pertama, safari wukuf yang digelar Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Total ada 238 jemaah yang memenuhi syarat secara kesehatan untuk disafariwukufkan.
Kedua, safari wukuf yang digelar PPIH Arab Saudi. Ada 129 lansia dan disabilitas yang sangat terbatas pergerakannya sehingga tidak bisa melakukan apa-apa. Selama masa puncak haji, mereka ditempatkan pada lima hotel transit yang berada di empat wilayah, yaitu: Syisyah (2 hotel), Jarwal, Raudhah, dan Misfalah.
Layanan konsumsi disiapkan untuk mereka selama di hotel transit. Selain itu, ada 55 petugas yang mendampingi dan melayani mereka selama di hotel transit. “Hari ini, seluruh jemaah haji lansia dan disabilitas ini sudah dikembalikan ke hotel asalnya masing-masing. Mereka kembali berkumpul dengan jemaah yang satu kloter (kelompok terbang),” sebut Hilman.
BACA JUGA:
Ganjar dan Puan Ibadah Haji Bersama, Bagi Kisah Spiritual
Hilman menambahkan, proses kepulangan jemaah haji gelombang pertama akan berlangsung mulai 4 Juli 2023 melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Penimbangan barang bagasi mulai dilakukan pada 2 Juli 2023.
Untuk jemaah haji gelombang kedua, akan mulai diberangkatkan ke Madinah pada 10 Juli 2023. “Alhamdulillah, bersama ini kami tegaskan kembali bahwa fase puncak haji di Armina hari ini sudah berakhir,” tandas Hilman. [suf]






