Mekkah (beritajatim.com) – Bacapres Ganjar Pranowo dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani saat ini tengah menjalani ibadah haji 1444 H di Makkah, Arab Saudi. Saat bertemu, Ganjar berbagi kisah spiritual kepada Puan.
Hal itu diceritakan oleh Ketua DPP PDIP Said Abdullah yang turut melaksanakan ibadah haji tahun ini. Ganjar melaksanakan haji bersama sang istri, demikian pula dengan Puan, yang berhaji bersama suaminya.
Said mengatakan, ibadah haji ini menjadi ajang penggemblengan spiritual bagi Ganjar. Di Tanah Suci, Ganjar sowan ke sejumlah ulama dan habaib.
“Tadi malam, Mbak Puan bertemu dengan Mas Ganjar di Mekkah, Saudi Arabia. Mas Ganjar cerita kalau selama menunaikan ibadah haji, beliau ketemu dengan banyak ulama dan habaib,” ujar Said.
Ganjar, terang Said, mengaku sedang nyantri ke para ulama dan habaib selama di Tanah Suci. “Saya mendapatkan banyak wejangan dari banyak ulama dan habaib yang sedang menunaikan ibadah haji,” kata Said menirukan ucapan Ganjar Pranowo.
Tak hanya itu, Ganjar juga menceritakan pengalaman spiritual yang dia dapat selama berada di Tanah Suci. Salah satunya, merasakan betapa mudahnya bisa menjalankan ibadah haji meski tidak menyandang status sebagai pejabat negara.
Menurut Said, Ganjar berhaji layaknya warga Indonesia pada umumnya. Seluruh prosesi ibadah dijalani Ganjar tanpa pengawalan laiknya pejabat, mulai dari wuquf, tawaf, ifadhah, hingga sa’i.
“Saya tidak kepanasan loh, Mbak, rasanya kok ada energi yang menggerakkan saya,” ucap Said mengulang kembali perkataan Ganjar yang dia dengar secara langsung.
Baca Juga:
Populi Center: Ganjar Unggul Tipis Atas Prabowo
Niat Ganjar dalam berhaji, kata Said, tidak lain adalah ingin merasakan pengalaman seperti yang dialami jemaah pada umumnya. Dia tidak ingin dipandang istimewa, apalagi mendapat perlakuan spesial.
“Mas Ganjar juga memuji pelayanan haji yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama. Gus Yaqut turun langsung, memastikan pelayanan haji untuk jemaah Indonesia berjalan optimal. Gus Yaqut top,” kata Said.
Ganjar juga memanfaatkan kesempatan melaksanakan ibadah haji dengan ziarah ke makam Al Mukarom KH Maimoen Zubair. Bagi Ganjar, ulama besar yang akrab disapa Mbah Moen itu punya jasa begitu luar biasa semasa hidupnya.
“Mas Ganjar tentu tidak bisa melupakan jasa besar Mbah Moen. Mbah Moen itu ulama besar Tanah Air yang menjadi panutannya. Apalagi Gus Yasin, putra Mbah Moen mendampingi Mas Ganjar sebagai Wagub di Jateng. Karena itulah salah satu agenda Mas Ganjar selepas ibadah haji adalah berziarah dan memanjatkan doa di pusara Mbah Moen. Ini tentu adab yang baik,” tutur Said yang juga menjabat Ketua Banggar DPR RI.
Ganjar dan Puan kerap menunjukkan kekompakan selama di Tanah Suci. Ini menepis anggapan yang menyebut Puan kecewa lantaran bacapres PDIP tidak diberikan kepada dia namun malah ke Ganjar.
Terkait hal ini, Said Abdullah menuturkan Puan memiliki jiwa besar. Sikap tersebut membuat seluruh kader PDIP bangga.
“Sekaligus jadi contoh bagi seluruh kader PDI Perjuangan Mbak Puan kian matang dalam berpolitik dan bernegara,” pungkas Said.
Baca Juga:
Ganjar Dapat Udeng Produk UMKM Nganjuk Buatan Emak-emak
Sebelum berfoto bersama di Tanah Suci, Kekompakan Ganjar dan Puan terlihat saat perhelatan Puncak Bulan Bung Karno di Gelora Bung Karno (GBK) pada 24 Juni 2023 lalu. Dengan penuh semangat, Puan Maharani berpidato mengajak seluruh kader PDIP tegak lurus memenangkan Ganjar Pranowo di ajang Pilpres 2024.
Puan juga meminta Ganjar berdiri di sampingnya dan memberi kesempatan kepada Bacapres PDIP itu untuk berpidato. Sebaliknya, Ganjar memuji kepemimpinan Puan Maharani saat menjadi Ketua Tim Pemenangan Pilgub Jateng 2013, dimana Ganjar Pranowo mengalahkan Bibit Waluyo sebagai kandidat petahana.
“Terima kasih, Mbak Puan,” ujar Ganjar saat bersama sama di panggung utama bersama Puan dan tokoh politik lainnya. [beq]






