Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 71 warga Kalilom Surabaya mengalami keracunan usai tasyakuran di momen Idul Adha, Kamis (29/06/2023) malam. Dari 71 korban, 26 orang mengalami keracunan berat dan 45 lainnya gejala ringan.
Salah satu korban bernama Sari (25) mengatakan jika ia mengikuti tasyakuran warga Kalilom Surabaya bersama ibunya. Saat itu, ada sejumlah jenis makanan seperti sate, gule, dan krengsengan daging yang dipersiapkan secara gotong royong oleh warga. Lantaran, acara tersebut adalah acara tahunan.
“Mungkin dari bumbu, karena ada yang makan bumbunya saja tapi juga keracunan. Tapi saya ga berani menyimpulkan dari daging atau bumbu,” ujar Sari, Sabtu (01/07/2023) saat diwawancarai di Puskesmas Tanah Kalikedinding.
Sari menjelaskan jika ia mulai merasakan sakit pada perutnya, mual dan muntah pada hari Jumat (30/06/2023) pagi. Ia berpikir jika penyakit maag nya kumat karena ibunya yang ikut dalam acara tasyakuran baik-baik saja. “Pas periksa di Puskesmas sudah ada beberapa warga yang keluhannya sama. Selesai diperiksa kata dokter saya keracunan,” imbuh perempuan muda itu.
Sementara itu, Margandi (47) warga Kalilom yang juga ikut tasyakuran menjelaskan jika dirinya merasakan gejala keracunan pada Jumat sore. Ia merasakan perutnya panas dan mual. Ia pun langsung memeriksakan diri ke Puskesmas atas saran tim kesehatan yang mengunjungi rumahnya. “Baru kerasa pas makan rawon Jumat sore. Dagingnya dari hasil qurban. Sudah dimasak dagingnya beberapa jam hingga empuk,” tutur Margandi lemas.
Ia menduga, jika sumber makan yang beracun adalah dari sate. Karena putranya juga mengalami keracunan usai makan sate di tasyakuran itu. Sedangkan istrinya saat itu makan krengsengan dan tidak keracunan. “Mungkin dari bumbu sate. Karena anak saya makan pake bumbu sate ya keracunan. Sedangkan istri saya makan krengsengan dan rawon yang dimasak dirumah juga gapapa,” kata Margandi.
Diberitakan sebelumnya, Korban keracunan di Kalilom Surabaya bertambah menjadi 71 orang. 26 orang mengalami gejala berat dan 45 lainnya mengalami gejala ringan dan dalam pantauan tim dokter puskesmas Tanah Kalikedinding.
dr. Era Kartikawati, kepala Puskesmas Tanah Kali Kedinding mengatakan jika 26 orang yang mengalami gejala berat telah terkonfirmasi dirawat di fasilitas kesehatan terdekat seperti di RS Unair dan RS Soewandhi. “Kalau total warga yang saat ini (dirawat) di rumah sedang pantauan kami ada gejala tapi tidak berat ada 45 orang. Total 71 korban,” ujar Era, Jumat (01/07/2023).
Era mengungkapkan, diduga 71 warga Kalilom Surabaya itu keracunan dari makanan yang sama. Dari kronologi salah satu warga, keracunan massal itu berawal ketika para warga menggelar acara makan-makan, Kamis (29/6/2023). Lalu, sebagian warga mengaku sakit, pada Jumat, (30/6/2023), dini hari. “Jumat pagi jam 02.00 WIB, ada yang mulai mulai, muntah, diare, panas. Beberapa sudah langsung dibawa ke rumah sakit, dokter swasta, atau periksa keluar,” imbuh Era.
BACA JUGA:
Korban Keracunan di Kalilom Surabaya Jadi 71 Orang
Pihak puskesmas baru mendapatkan informasi adanya keracunan massal pada Jumat (30/06/2023) pukul 16.00 sore. Dengan sigap, tim kesehatan lantas mendatangi rumah warga satu persatu. Dari kunjungan tersebut, tim kesehatan menemukan warga yang harus segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat. “Kita temukan harus dirujuk langsung kami rujuk ke rumah sakit, ada yang kami rujuk ke Puskesmas, siaga di puskesmas. Sampai ini tadi masih ada yang masuk,” ucapnya.
Saat ini, tim kedokteran dari Puskesmas Tanah Kali Kedinding masih belum bisa menyimpulkan apakan warga keracunan saat acara tasyakuran idul adha yang diselenggarakan Kamis (29/06/2023) kemarin. (ang/kun)






