Batu (beritajatim.com) – Distankp Kota Batu mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan bahan pokok menjelang hari raya Idul Adha dengan gerakan pangan murah. Gerakan tersebut dihelat Distankp bersama kelompok masyarakat, praktisi dan bulog, sejak Senin, (26/6/2023) lalu.
“Gerakan pangan murah bertujuan untuk mengatasi dan membantu mengendalikan inflasi menjelang hari besar keagamaan nasional termasuk Idul Adha. Menjelang perayaan itu, biasanya harga telur, bawang merah, bawang putih dan sebagainya naik. Dengan ini harapannya membantu masyarakat untuk memperoleh harga pangan yang terjangkau,” ujar Lestari Aji kepala Bidang Ketahanan Pangan Distankp Batu.
Pihaknya mendatangkan bulog agar harga beras juga murah dan mudah didapatkan masyarakat. Kegiatan tersebut bertempat di Balai RW 06 Kelurahan Sisir Kecamatan Batu. Selain bulog, Distankp juga berkolaborasi dengan berbagai dinas dan lembaga kemasyarakatan termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batu dan Ecoton untuk memberi edukasi lingkungan kepada warga sekitar.
DLH Batu bersama relawan praktisi eco enzim mempromosikan berbagai olahan dari Eco-Enzyme. Olahan itu memiliki banyak manfaat untuk bidang pertanian, kesehatan dan lingkungan. Ada yang diolah menjadi sabun organik bebas pewarna yang tentunya ramah lingkungan.
Alaika Rahmatullah divisi edukasi Ecoton menjelaskan, pihaknya juga berkesempatan untuk mengenalkan konsep belanja ramah lingkungan dengan curah dengan penerapan refill dan guna ulang. Itu bertujuan untuk pengurangan sampah plastik. Produk yang dijual adalah kebutuhan rumah tangga seperti sabun cuci piring, sabun pel lantai, shampoo, sabun organik, popok kain dan tas guna ulang.
“Konsep ini ternyata sangat diminati oleh masyarakat terutama ibu-ibu. Jadi mereka membawa wadah sendiri untuk mereka isi dengan produk-produk rumah tangga seperti sabun atau shampo. Wadah yang mereka gunakan pun juga tidak akan berakhir menjadi sampah apabila masyarakat terbiasa belanja dengan sistem guna ulang (refill)” ujar Alex, sapaanya.
Kegiatan gerakan pangan murah rutin dilaksanakan Distan KP sebanyak 3 kali setahun di Kota Batu. Lokasinya berpindah-pindah agar masyarakat bisa memperoleh bahan pokok dan produk rumah tangga secara terjangkau dan merata.
BACA JUGA:
Selesaikan Masalah Sampah di Kota Batu, DLH Kota Batu Adakan Pelatihan dan Sosialisasi
Pegiat bank sampah kota Batu, Gung Endah, mengapresiasi kegiatan ini, selain membantu masyarakat untuk mempermudah mendapatkan bahan pokok secara terjangkau tapi juga bernilai edukatif. Menurutnya sampah plastik di Batu menjadi masalah bank sampah karena beberapa waktu terakhir kresek sudah tidak laku terjual di pengepul-pengepul kota Batu.
“Oleh karena itu, melalui kegiatan ini masyarakat harapannya bisa sadar dan berkontribusi untuk membuat perubahan yang lebih baik di Kota Batu termasuk meningkatnya produk-produk ekonomi kreatif dengan hasil komoditas kelompok tani dan yang paling penting harus ramah lingkungan supaya bisa berkelanjutan,” ujar Gung Endah. (dan/kun)






