Lamongan (beritajatim.com) – Ekskavasi arkeologis yang dilakukan BPK (Balai Pelestarian Kebudayaan) Wilayah XI di Situs Jetis Lamongan masih dilakukan. Terkini, tim BPK berhasil menemukan 5 temuan lepas berupa balok putih berelief serta pecahan benda berbahan gerabah dan batu karang.
Muhammad Ikhwan, arkeolog BPK Wilayah XI sekaligus Ketua Tim Survei Penyelamatan menyampaikan bahwa penyelamatan struktur batu putih dengan metode ekskavasi di Situs Jetis, Kelurahan Jetis, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan ini telah berjalan selama 4 hari.
Ekskavasi atau penggalian arkeologis ini, tutur Ikhwan, dilakukan sedalam 1,6 meter. Terdapat 12 lapisan struktur batu putih hingga lapisan yang paling bawah, termasuk menampakkan 5 lapis batu putih bagian sudut barat laut struktur.
“Selama penggalian arkeologis ini, tim berhasil menemukan 5 temuan lepas berupa balok putih berelief serta pendukung lainnya berupa pecahan benda berbahan gerabah dan batu karang,” ujar Ikhwan, Senin (26/6/2023).
Atas adanya temuan dan data tersebut, Ikhwan menegaskan bahwa Situs Jetis ini patut untuk dilindungi. Dugaan sementaranya, situs tersebut merupakan peninggalan era Hindu-Budha “Situs ini layak diajukan sebagai benda cagar budaya,” tandasnya.
Baca Juga:
Situs Jetis Lamongan Mulai Diekskavasi untuk Penyelamatan
Dijelaskan Ikhwan, penggalian tanah secara sistematis dimulai dari barat daya dan meluas ke arah timur. Kemudian mengarah ke arah utara Situs Jetis yang biasa dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Punden Mbah Pendem.
Batu balok putih pada lapisan struktur situs itu memiliki panjang rata-rata 40 hingga 45 centimeter, dengan lebar 23 hingga 25 centimeter dan ketebalan 13 sampai 15 centimeter.
“Survei penyelamatan ini kami awali sejak Sabtu (23/6/2023). Rencananya kami lakukan 5 hari. Ada 8 tenaga teknis yang dilibatkan dari BPK Wilayah XI yang dilibatkan. Survei ini tindak lanjut dari kegiatan penanganan temuan dan tinjauan atas dugaan adanya struktur berbahan batu putih atau kapur di Kelurahan Jetis, pada bulan Desember 2022 lalu,” terangnya.
Seperti diberitakan beritajatim.com sebelumnya, survei penyelamatan dengan metode ekskavasi ini diawali dengan kegiatan selamatan dan tumpengan yang melibatkan puluhan warga desa dan pemerintah desa setempat. Mereka duduk bersila beralaskan tikar dan memanjatkan doa secara bersama.
Baca Juga:
Nama Lamongan dan Kembangbahu Sejak Era Singhasari
Terdapat pohon bidara berukuran besar yang disinyalir telah tumbuh sejak ratusan tahun lalu di atas situs. Pohon bidara itu berdiameter sekitar 2,2 meter. Secara persis, lokasi situs ini terletak di sebelah timur Makam Islam Kelurahan Jetis dan bersebelahan dengan area persawahan.
Metode ekskavasi arkeologis ini dimulai oleh tim BPK Wilayah XI dengan pemasangan 5 grid di sekitar area situs. Target ekskavasi ini adalah untuk mendapatkan denah dan dimensi bentuk, sehingga BPK dapat merekonstruksi atau mengidentifikasi bagaimana bentuk asli dan apa yang terjadi pada bangunan situs tersebut. [riq/beq]






