Sidoarjo (beritajatim.com) – Perumahan Bluru Permai Desa Bluru Kidul Kec/Kab Sidoarjo kedatangan tamu Tim Penilai Lingkungan Berseri Tahap Mandiri Propinsi Jatim 2023.
Ada sebanyak sekitar 5 orang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemprov Jatim pimpinan Nugroho Raharjo, berkeliling melihat keasrian lingkungan di RT 03 RW lX Bluru Permai tersebut. Setiap taman perumahan dan milik rumah warga yang bagus, dinilai dan dilihat dari jarak dekat.
Seperti di taman samping jalan gang perumahan, terdapat banyak pepohonan berbagai jenis dan satu per satu ada tulisan jenis pohon
Kepala Desa Bluru Kidul Prasetyo menyatakan, ada empat lingkungan RW di desanya yang ikut dinilai oleh petugas dari DLH Pemprov Jatim. Yakni untuk wilayah perumahan Bluru Permai. Yakni 9 RT 3, RW 14 RW 11 RT 8, dan RT 12 di perumahan Pondok Buana Desa Bluru Kidul.
“Masing-masing wilayah punya keunggulan dan keasrian tersendiri di lingkungannya,” ucapa saat mendampingi tim, Senin (26/6/2023).
Dia menyebutkan seperti di lingkungan RW 03, banyak memanfaatkan pot bunga dari galon air mineral. Galon bekas di hias dengan cat warna warni sehingga menghasilkan pandangan yanf bagus.
Lingkungan tersebut juga menghidupkan pos kampling plus dijadikan sentral kegiatan. Di pos juga ada titik pojok literasi, dimana juga tersedia buku untuk anak-anak agar gemar membaca.

“Hampir setiap hari banyak anak-anak yang datang ke pos beramai-ramai ingin membaca koleksi buku yang tersedia,” terangnya.
Menariknya lagi, tambah Pras sapaan akrap kades itu di pos juga banyak terpampang banyak piala prestasi warga atau lingkungan setempat. “Pos itu terasa hidup, selain dijadikan sentral berkumpulnya warga, juga banyak menjadi jujukan anak-anak dalam membaca koleksi buku yang ada,” sanjungnya.
Terpisah, Hj. Sri Padarsih (83) warga Blok O No 07 sangat mengapresiasi adanya lomba menuju lingkungan bersih ini. Sang Nenek itu juga senang dengan keguyuban warga dalam menjaga lingkungan yang bersih dan berseri.
Lanjut dia, dalam menjaga lingkungan yang asri, masing-masing rumah terdapat tamannya dan sepanjang jalan paving juga terlihat elok karena banyak terdapat pot bunga yang warna-warni.
“Saya berharap kondisi yang demikian terus terjaga dan warga sekitar bisa mempertahankan. Jadi menjaga lingkungan tidak hanya dalam menghadapi lomba atau penilaian saja, melainkan harus diterapkan setiap warga. Karena hal demikian baik juga untuk kesehatan semua warga, terutama anak-anak. Lingkungan yang bersih, tentunya akan mengakibatkan kesehatan pula,” paparnya.
Nenek Sri beranggapan menjaga lingkungan dan menanam bunga dan lainnya di taman deoan rumah, suatu hiburan dalam cinta lingkungan.
“Artinya ada rasa kesenangan tersendiri dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, kalau sudah cinta gak bakal ditinggalkan. Hal demikian juga harus ditanamkan kepada anak-anak supaya juga cinta terhadap lingkungan,” imbuhnya dengan bersenyum.

Seperti diketahui, desa berseri merupakan kegiatan untuk memacu pengelolaan lingkungan yang berbasis partisipasi pemerintahan kelurahan beserta aparaturnya dan masyarakatyang di dukung oleh kader lingkungan.
Ini merupakan salah satu program Pemerintah Propinsi Jawa Timur di Dinas Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya kesadaran warga dan menambah pengetahuan serta wawasan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan hidup sehingga dapat terwujud kelurahan yang bersih, sehat, lestari dan asri.
Adapun kreteria penilaian dan prosentase masing-masing komponen pada lomba yaitu:
Kelembagaan dan partisipasi masyarakat, penilaian pada pembentukan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat, program kerja kader dalam bidang lingkungan, akasi provokasi lingkungan dalam meningkatkan lingkungan yang berseri , menguatkan kelembagaan/capacity building, pembiasaan perilaku yang berbudaya.
BACA JUGA:
Pesan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor pada Wisudawan Umsida
Pengelolaan sumber daya alam, pengelolaan ini upaya keterlibatan masyarakat dalam ikut menjaga dan melestarikan sumberdaya alam, upaya penghematan sumber daya alam, peraturan tertulis dan tidak tertulis tentang penyelamatan sumber daya alam, upaya penyelamatan sumber daya alam di desa, pemakaian teknologi yang ramah lingkungan dalam upaya penyelamatan alam.
Penyampaian materi desa berseri yang meliputi profil-profil desa , kegiatan lingkungan, program kerja kader lingkungan serta inovasi-inovasi yang di lakukan oleh warga di bidang lingkungan. [isa/but]






