Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak 106 pelajar, mahasiswa, dan kalangan umum, mengekspresikan karya-karya puisi Soekarno dalam ‘Lomba Baca Puisi Karya si Bung’. Lomba dalam rangkaian Bulan Bung Karno itu digelar di Pendopo Agung Sumenep, Sabtu (24/6/2023).
Peserta lomba baca puisi karya sang Proklamator ini tidak hanya dari Sumenep. Sebagian peserta berasal dari Pamekasan, Jember, dan Surabaya. Peserta terbanyak berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
Ketua Dewan Juri lomba baca puisi si Bung, Ibnu Hajar mengatakan, pihaknya menyediakan 7 puisi karya Soekarno yang diambil dari beberapa buku. Tujuh puisi itu bisa dipilih peserta. Walaupun sebenarnya cukup banyak puisi-puisi yang ditulis Presiden I Indonesia ini.
“Ada puluhan lah puisi Soekarno dalam beberapa buku. Temanya juga beragam. Mulai perlawanan terhadap penjajahan Belanda, hingga puisi cinta yang sangat romantis,” katanya.
Baca Juga:
Menko PMK Dukung Rekontruksi Galeri Soekarno Kecil di Mojokerto
Secara pribadi, budayawan kondang asli Sumenep ini angkat topi penanda kekaguman akan karya-karya Bung Karno. Karya puisi si bung benar-benar terasa mendobrak.
“Puisi tentang perlawanan terhadap penjajah terkesan begitu garang. Namun saat membaca puisi cinta Soekarno pada Dewi atau pada Bu Fath, terasa mendayu-dayu dan sangat romantis,” ujarnya.
Baginya, Soekarno memang sangat luar biasa. Tidak hanya jago menulis pidato, berorasi, atau membuat buku, tetapi juga piawai meracik puisi. Hampir semua puisi yang ditulis Bung Karno, sarat dengan makna dan pesan mendalam yang ingin disampaikan.
“Seperti puisi ‘Aku Melihat Indonesia’ dalam buku ‘Bung Karno dan Pemuda’, terasa sangat nasionalis. Membaca syair demi syair, kalimat demi kalimat yang ada dalam puisi itu, terlihat betapa cinta dan bangganya Soekarno pada Indonesia. Proklamator kita itu benar-benar seniman dan penyair ulung,” tukasnya tanpa bisa menyembunyikan kekagumannya.
Berdasarkan penilaian Dewan Juri, yang dinobatkan sebagai Juara I adalah Mariyatul Kiptiyah dari Sumenep. Sedangkan Juara II diraih Nabila Helmaniyah Pamekasan. Dan Juara III atas nama Yohanes Iwan Hari P dari Sumenep.
Menurut Yohanes Iwan, puisi Bung Karno memang luar biasa. Banyak mengajarkan nilai-nilai luhur bangsa dan negara. “Melalui puisi, kita diajak mencintai bangsa dan negara dengan nilai-nilai patriotisme, humanisme, nilai budaya, nilai moral, dan sosial yang tinggi,” ujarnya.
Baca Juga:
Ratusan Kader PDIP Sumenep Bergerak ke Jakarta
Ia bersyukur bisa meraih juara dalam lomba tersebut, meski bukan juara pertama. Ia berharap agar kegiatan semacam itu bisa dilaksanakan secara rutin, karena sangat positif bagi generasi muda.
“Dengan lomba seperti ini, anak-anak bangsa dapat terus melestarikan karya Budaya dan Sastra Indonesia, agar tidak tergerus gempuran budaya luar,” tuturnya.
Dalam lomba tersebut, ia memilih untuk membacakan puisi bertajuk ‘Aku Melihat Indonesia’. Baginya, meski puisi itu lebih panjang, namun menantang dan sarat akan makna yang dalam.
“Di puisi itu, Soekarno menggunakan metafora untuk menggambarkan segala potensi yang terkandung di Indonesia. Kita diajarkan bijaksana dalam melihat Indonesia, bukan hanya secara fisik, tapi juga harapan membangun Indonesia yang semakin maju. Saling mencintai dan menghargai antar sesama merupakan ajaran yang tersirat dalam puisi itu,” ucapnya. [tem/beq]






