Surabaya (beritajatim.com) – Kapal Selam Titan dinyatakan hilang sejak Minggu (18/6/2023). Saat itu, kapal mewah yang menyuguhkan wisata bawah laut tersebut tengah melakukan misi pertamanya, yakni melihat bangkai kapal Titanic di dasar laut wilayah tenggara Newfounland, Kanada, di kedalaman 13 ribu kaki.
Kapal wisata dengan harga tiket setara 3,7 miliar per orang itu berangkat pada pukul 09.00 waktu setempat dengan komunikasi terakhir sekitar pukul 11.47. Sedangkan Titan seharusnya dijadwalkan untuk kembali ke permukaan pada pukul 18.10. Namun, hingga berita ini ditayangkan, kapal selam Titan belum juga ditemukan.
Hal ini membuat tim penyelamat berburu waktu, lantaran stok oksigen dalam kapal hanya cukup untuk empat hari.
Jadi, apabila tidak kunjung ditemukan taruhannya ialah nyawa. Adapun penumpang yang ikut dalam ekspedisi menantang tersebut merupakan orang-orang penting, di antaranya:
BACA JUGA: Ini Rahasia ‘Kaji Nunut’ Jombang Bisa Tak Terlihat saat Naik Pesawat
- Pebisnis Pakistan, Dawood
- Putera Dawood, Suleman
- Pebisnis dan penjelajah Inggris, Hamish Harding
- CEO OceanGate Stockton Rush
- Penjelajah dari Perancis dan Pakar bangkai Titanic Paul-Henry Nargeolet
Ya, kapal selam ini memang memiliki ukuran relatif kecil, yakni 6,5 meter saja. Sehingga hanya cukup untuk menampung lima orang yang duduk bersila. Di dalamnya, terdapat layar dan beberapa peralatan kamera. Selain itu, ada pula ruangan kecil untuk seseorang buang air.
Dalam awal pencariannya, tim penyelamat berfokus pada penyisiran permukaan laut. Namun, kini berkembang dengan melakukan pencarian di dalam laut dan bahkan menggunakan pesawat untuk memantau dari udara. (fyi/nap)






