Mojokerto (beritajatim.com) – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas memastikan realisasi penanganan tanggul permanen dalam rangka penanggulangan bencana banjir di wilayah Kabupaten Mojokerto bakal tuntas tahun ini. BBWS Brantas sudah melakukan survei lapangan terkait kebutuhan anggaran untuk pembangunan tanggul permanen.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Teknik OP SDA 1 BBWS Brantas, Akhmad Imron. “Kita sudah identifikasi, nanti kita menyesuaikan dengan anggaran. Paling tidak kalau tidak bisa masuk tahun ini ya kita masukkan pada tahun depan rencananya. Tapi kita sudah ukur kebutuhan-kebutuhannya,” ungkapnya, Rabu (21/6/2023).
Adapun prioritas pembangunan tanggul permanen di area kritis yakni di Sungai Sumber Kembar dan Sungai Sumber Waru, Kecamatan Mojosari serta Sungai Sumber Wonodadi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Penanganan tanggul darurat sudah dipasang bronjong yang nantinya akan dilakukan kegiatan lanjutan secara permanen.
“Pemasangan bronjong sudah dilakukan karena kita membutuhkan penanganan cepat, kalau sudah pasang bronjong itu kemungkinan nanti konstruksi berubah baru nanti permanen-kan. Tanggul permanen adalah konstruksi pasangan batu dengan pondasi beton kalau non permanen atau tanggul darurat kita pakai bronjong,” katanya.
Penanganan tanggul permanen di wilayah Mojokerto terutama sungai Sumber Kembar tetap menyesuaikan anggaran apalagi di tengah kondisi penghematan di BBWS Brantas. BBWS Brantas berupaya merealisasikan tanggul permanen pada tahun ini. Prioritas penanganan tanggul permanen disesuaikan dengan usulan dan masukkan pemda setempat.
Baca Juga:
Pemkab Mojokerto Edukasi Remaja Punya Rencana Hidup Matang
“Memang kita ada penghematan jadi belum masuk yang Sumber kembar itu tapi kita lihat porsi anggarannya lagi, paling tidak kalau tidak kita tangani sekarang ya tahun depannya. Kepastian anggaran belum tahu soalnya kan nanti direvisi lagi. Ini sesuai usulan dan masuk dari Pemda melalui PUPR Bidang Sumber Daya Air Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.
Imron menambahkan, pihaknya berupaya penanganan Sungai Sumber Waru dilanjutkan Sumber kembar dan Sumber Wonodadi. Hal ini sesuai dengan skala prioritas yang ada dulu sesuai dengan usulan dan masukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto. Terkait penanganan tanggul di Sungai Cemporat Dusun Gatoel, Desa Banjaragung sudah selesai.
“Untuk Sungai Cemporat sudah selesai, di Sungai Coban di Desa Sumberjati, Kecamatan Jatirejo masih proses. Masih proses bronjong dan ada juga pasangan batu (Permanen),” pungkasnya. [tin]






