Jember (beritajatim.com) – Tim nasional Argentina tak diperkuat Lionel Messi. Namun nonton bareng siaran langsung pertandingan sepak bola Argentina melawan Indonesia di alun-alun Kabupaten Jember, Senin (19/6/2023), tetap bikin omzet pedagang kaki lima dan pengusaha mikro kecil menengah tembus Rp 1 miliar.
Berdasarkan data yang dirilis Dinas Koperasi dan UMKM Jember, 80 UMKM di alun-alun meraup omzet Rp 456 juta dan 298 PKL menangguk omzet Rp 548 juta. Sementara total keuntungan bersih mereka tercatat Rp 405 juta.
Jumlah ini makin besar jika diakumulasi dengan omzet dan laba bersih pada Minggu (18/6/2023). Pemerintah Kabupaten Jember memang sengaja membuka bazaar selama dua hari untuk menyambut pertandingan Indonesia melawan Argentina. Total omzet PKL dan UMKM selama dua hari, 18-19 Juni 2023, adalah Rp 1,576 miliar dan total laba bersih Rp 649,19 juta.
“Kalau melihat geliat UMKM dan PKL di alun-alun Jember selama dua hari kemarin, ini sebuah kekuatan luar biasa. Dengan catatan kita bisa memanajemen dan mengolaborasikannya dengan kegiatan hiburan lainnya,” kata Bupati Hendy Siswanto, Selasa (20/6/2023).
Tidak semua kegiatan hiburan bisa dikolaborasikan. “Kita harus jeli kegiatan hiburan apa yang bisa ditampilkan, yang tidak menjenuhkan. Beberapa event berkelas seperti nobar ini harus dimunculkan dan ada semangat Pemkab Jember untuk melakukan inovasi,” kata Hendy.
Hendy percaya, kolaborasi kegiatan ini dirawat dan dikembangkan terus akan memperkuat ekonomi akar rumput. “Fondasi ekonomi adalah kalangan grass root. Membangun fondasi kekuatan suatu daerah adalah memperkuat grass root dulu. Jadi ekonomi kerakyatannya diperkuat dulu. Kalau itu kuat, daya beli bagus, yang lain aman. Tinggal memperbaiki. Semua kebijakan akan lebih mudah,” katanya.
Dalam pandangan bupati yang juga pengusaha ini, UMKM di Jember masih memerlukan pelatihan dan pengawasan terhadap alur ekonomi hulu hingga hilir. “Jadi mulai awal produksi, pengadaan raw material (bahan baku mentah), tempat produksi, hingga hasil produksi harus betul-betul bagus dan bersih,” katanya.
Dengan kualitas yang terjaga, maka UMKM bisa diandalkan sebagai destinasi kunjungan ke Jember. “Produk-produk UMKM, apalagi makanan, betul-betul tidak diragukan lagi, di samping aspek legal lainnya juga dipenuhi seperti sertifikasi halal, NIB (Nomor Induk Berusaha), izin PIRT (Produk Industri Rumah Tangga). Kami bantu kemudahan pengurusan aspek legalnya,” kata Hendy.
Boma, seorang pelaku UMKM, berharap Pemerintah Kabupaten Jember rutin menggelar kegiatan seperti itu. “Ini juga menjadi sarana promosi yang baik bagi para pelaku UMKM lokal seperti kami,” kata pria yang berusia 35 tahun itu. [wir]






