Surabaya (beritajatim.com) – Gudang Sembako di Perumahan Regency Kalilom, Jalan Kalilom Lor Indah Surabaya didemo oleh warga setempat lantaran aktifitasnya dianggap mengganggu kenyamanan penghuni sekitarnya, Senin (19/06/2023) malam.
Koordinator keamanan Perumahan Regency Kalilom, Kusrin mengatakan, protes tersebut dilakukan setelah pemilik gudang berinisial DV dianggap melanggar kesepakatan rapat yang telah dibuat pada 2020 lalu. Dalam aturan kesepakatan, DV diperbolehkan menjadikan rumah sebagai gudang dengan jam buka pukul 09.00 dan tutup pukul 22.00.
“Nah ini dilanggar terus. Kadang-kadang malam itu ada kegiatan bongkar muatan, itu mengganggu sekali karena sampai jam 2,” ujarnya saat dikonfirmasi Beritajatim.com, Selasa (20/06/2023).
Menurut Kusrin, sebelum memutuskan berdemo, pihak warga telah mengundang DV untuk rapat mencari solusi bersama. Saat itu, DV meminta waktu seminggu untuk berdiskusi dengan istrinya. Namun, setelah satu minggu, DV tidak dianggap tidak menepati janjinya.
“Setelah satu minggu tidak ada hasilnya, ibu-ibu geram karena tiga tahun itu merasa ditipu saja istilahnya. Akhirnya ibu-ibu itu bikin demo kecil-kecilan lah Mas mau menanyakan, maunya itu bagaimana Pak DV ini?,” lanjutnya.
Selain melanggar jam yang telah disepakati, konsumen dari gudang sembako ini kadang membludak hingga menyulitkan akses sepeda motor dan mobil. “Pak DV sendiri kadang mengeluarkan omongan di grup penghuni itu gak enak, arogan. Ada yang mau dibawakan pedang, celurit seperti itu,” ungkapnya.
Dari Hasil demo semalam, DV kembali meminta waktu tiga bulan untuk memindahkan tempat usahanya dari perumahan tersebut. Namun, warga juga meminta aktivitas penjualan mulai berhenti pukul 16.00 WIB. “Tapi kemarin ibu-ibu juga minta kalau setiap hari Minggu dan tanggal merah tutup, buka mulai pukul 09.00-16.00 WIB seperti itu. Pelayanan pembeli kalau umpamanya banyak, itu diatur kendaraanya yang mau masuk ke perumahan, biar tidak numpuk di dalam karena tempatnya juga gak terlalu luas,” tandasnya.
BACA JUGA:
Polrestabes Surabaya Tangkap Kurir Sabu Jaringan Sumatera
Sementara Kapolsek Kenjeran, Kompol Ardi Purboyo mengatakan, kebetulan ada salah satu anggotanya yang tinggal di daerah tersebut, sehingga mendatangi lokasi dan berniat melakukan mediasi. “Iya betul Mas. Kemarin kebetulan ada anggota kami yang rumahnya dekat dengan lokasi dan menanyakan persoalan tersebut. Tapi sudah selesai dengan kok Mas,” pungkasnya. (ang/kun)






