Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 9 (sembilan) dari total 13 kecamatan berbeda di Pamekasan, diprediksi rawan kekeringan memasuki musim kemarau tahun ini.
Hal tersebut mengacu pada data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, khususnya titik kekeringan yang terjadi di kabupaten Pamekasan, pada 2022 lalu.
“Potensi wilayah rawan kekeringan berdasar data 2022 di Pamekasan, tersebar di 9 kecamatan, terdiri dari 72 desa, 321 dusun,” kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, M Yusuf Wibisono, Kamis (15/6/2023).
Hanya saja data tersebut bersifat sementara, karena titik kekeringan tahun ini bisa saja bertambah atau bahkan berkurang. “Karena hingga saat ini masih dilakukan pendataan oleh tim lapangan, dan laporan dari desa masih belum masuk semua,” ungkapnya.
Baca Juga: BPBD Pamekasan Mulai Petakan Titik Rawan Kekeringan
“Untuk titik kekeringan dengan status langka tersebar di sebanyak 192 titik, sedangkan sebanyak 129 titik lainnya dinyatakan berstatus kering kritis,” sambung Yusuf Wibiseno.
Katagori kering langka terjadi karena sumber mata air bersih berjarak 1 km dari pemukiman penduduk, sedangkan katagori kering kritis wilayah terdampak berjarak 3 km dari pemukiman atau bahkan tidak ada mata air sama sekali. “Jadi dalam penanganan kekeringan ini, kita prioritaskan pada wilayah dengan katagori kering kritis,” tegasnya.
Baca Juga: Capaian PAD Pamekasan 2022 Gagal Lampaui Target
Bahkan untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait. “Koordinasi ini kita lakukan bersama instansi terkait, seperti PDAM hingga Dinas Sosial,” imbuhnya.
“Koordinasi ini kita lakukan sebagai langkah antisipatif, sekaligus persiapan pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan,” pungkasnya. [pin/but]






