Sampang (beritajatim.com) – Petani garam di Kabupaten Sampang, Madura, mulai melakukan kegiatan produksi. Jadwalnya memang mengikuti cuaca yang sangat mendukung di pertengahan tahun 2023.
Khotib (33) salah seorang petani garam asal Kelurahan Polagan, Kecamatan/Kabupaten Sampang, mengakui sudah mempersiapkan lahan sejak 1 bulan lalu. Persiapan itu untuk memulai proses produksi garam.
“Butuh 1 bulan untuk mempersiapkan lahan produksi garam. Saat ini kondisi air dan cuaca yang panas sangat bagus untuk memulai produksi,” terangnya, Rabu (14/6/2023).
Khotib menambahkan, jika situasi cuaca panas ini berlangsung lama maka cukup bagus dan menguntungkan bagi petani garam.
“Kalau cuaca ini bertahan maka kwalitas garam juga bagus,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Budidaya dan Perikanan Dinas Perikanan, Kabupaten Sampang, M Mahfud menyampaikan. Target produksi garam di 2023 akan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, dengan harapan cuaca tetap mendukung.
“Target produksi tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Karena cuaca yang mendukung ini produksi garam diharapkan melimpah,” tegasnya.
BACA JUGA:
Eks Pemilik Lahan Demo PT Garam, Tuntut Hak Garap Lahan
Ia menjelaskan, bahwa selama musim kemarau dari tahun ke tahun, stok hasil produksi garam di Sampang tidak lebih dari 5 ribu ton.
“Kami berharap produksi garam musim kemarau kali ini bisa meningkat agar mencapai target,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, dalam memproduksi garam rata-rata petani di Sampang sudah menggunakan geomembran agar produksi cepat dan berkualitas. [sar/but]






